Harga Minyak Mixed Usai Reli Tajam, Pasar Cermati Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

- Selasa, 05 Mei 2026 | 01:50 WIB
Harga Minyak Mixed Usai Reli Tajam, Pasar Cermati Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
PARADAPOS.COM - Harga minyak mentah dunia bergerak mixed dalam perdagangan Asia pada Selasa, 5 Mei 2026, setelah reli tajam di sesi sebelumnya. Investor saat ini tengah mencermati eskalasi ketegangan militer di Teluk Persia yang berlangsung bersamaan dengan upaya Amerika Serikat mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Brent berjangka untuk kontrak September tercatat turun tipis 0,2 persen ke level USD69,06 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) justru naik 0,2 persen menjadi USD61,65 per barel.

Reli Terhenti di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Pergerakan harga yang beragam ini terjadi sehari setelah lonjakan signifikan. Pada Senin lalu, Brent melesat lebih dari empat persen dan WTI ditutup melonjak sekitar enam persen. Sentimen bullish itu dipicu oleh meningkatnya konfrontasi langsung antara Washington dan Teheran, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi dan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, euforia tersebut tampaknya mereda seiring para pelaku pasar kembali mencermati fundamental konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pasar masih dalam mode wait and see, mengingat perkembangan militer di lapangan masih sangat dinamis.

Bentrokan AS-Iran di Selat Hormuz

Sentimen pasar tetap rapuh setelah pertukaran tembakan terbaru terjadi pada Senin, 4 Mei 2026. Pasukan Amerika dan Iran kembali melancarkan serangan di perairan Teluk, di mana kedua belah pihak berupaya keras menegaskan kendali atas jalur air strategis tersebut. Aksi militer ini secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang sebelumnya rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan. Ketegangan semakin memuncak setelah Iran menargetkan infrastruktur di Uni Emirat Arab, termasuk sebuah terminal minyak di pelabuhan Fujairah. Serangan ini memperluas peta konflik yang sebelumnya terpusat di sekitar Selat Hormuz.

Trump Bakal Kawal Kapal di Selat Hormuz

Di tengah situasi yang memanas, para pedagang mulai mencermati inisiatif baru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, yang dijuluki "Project Freedom." Program ini bertujuan membantu kapal-kapal yang terdampar di Teluk dengan memandu mereka melalui rute yang lebih aman, serta memulihkan sebagian arus pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Militer AS mengonfirmasi bahwa mereka telah mulai mengawal kapal-kapal di bawah inisiatif ini. Pasukan Amerika secara aktif berupaya membangun kembali jalur pelayaran komersial yang sempat lumpuh akibat konflik. "Project Freedom dapat mengurangi beberapa hambatan logistik, tetapi tidak banyak menyelesaikan konflik geopolitik yang mendasarinya," ujar seorang analis energi yang memantau perkembangan dari Singapura. Ia menambahkan bahwa pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap perkembangan militer lebih lanjut. Selama akar masalahnya belum terselesaikan, setiap berita baru dari medan perang berpotensi memicu volatilitas harga yang tajam.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar