Dua Anak Harimau Sumatra Cacat Kaki Lahir di Konservasi Lembah Hijau Lampung, Bukti Keberhasilan Program Penangkaran

- Senin, 04 Mei 2026 | 23:25 WIB
Dua Anak Harimau Sumatra Cacat Kaki Lahir di Konservasi Lembah Hijau Lampung, Bukti Keberhasilan Program Penangkaran
PARADAPOS.COM - Dua anak Harimau Sumatra lahir di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Lampung, menandai kelahiran pertama di provinsi tersebut dan menjadi bukti keberhasilan program konservasi ex situ. Pasangan induk, Kyai Batua dan Atu Sinta, adalah satwa hasil penyelamatan dari jerat pemburu liar yang masing-masing kehilangan satu kaki. Saat ini, kedua anak harimau dalam kondisi sehat dan masih bersama induknya, sementara tim konservasi terus memantau perkembangan mereka secara intensif.

Perjuangan Hidup di Balik Kelahiran

Pasangan Kyai Batua dan Atu Sinta memiliki kisah perjuangan yang panjang. Kyai Batua ditemukan di kawasan Suoh, Lampung Barat, dalam kondisi terluka parah akibat jerat. Luka tersebut memaksanya menjalani amputasi kaki depan kanan. Sementara itu, Atu Sinta diselamatkan di Bengkulu dengan nasib serupa, kehilangan kaki belakang kanan. Meski memiliki keterbatasan fisik, keduanya berhasil berkembang biak melalui program konservasi di luar habitat aslinya. Program ini merupakan bagian dari Global Species Management Plan yang dijalankan Kementerian Kehutanan bersama Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).

Penanganan Penuh Kehati-hatian

Komisaris Lembaga Konservasi Lembah Hijau, M. Irwan Nasution, menyampaikan bahwa kondisi kedua anak harimau saat ini dalam keadaan sehat dan terus dipantau secara intensif oleh tim. “Kelahiran harimau Sumatra ini merupakan hasil dari pasangan Kyai Batua dan Sinta. Saat ini kondisi anakan sehat dan terus dipantau oleh tim kami, serta masih bersama induknya. Kami juga belum melakukan kontak langsung demi menjaga prinsip kehati-hatian,” ujar Irwan. Irwan menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan jenis kelamin kedua anak harimau tersebut. “Ini merupakan kelahiran pertama di Lembah Hijau dan juga yang pertama di Provinsi Lampung. Jadi kami sangat berhati-hati dalam penanganannya,” kata Irwan.

Indikasi Awal dari Pengamatan Kamera

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu-Lampung, Itno Itoyo, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan tersebut. Ia menyebut, indikasi awal menunjukkan bahwa kedua anak harimau memiliki jenis kelamin berbeda. “Kami sangat terkejut sekaligus bangga dengan kelahiran dua anak harimau ini. Dari pengamatan melalui kamera, kemungkinan satu jantan dan satu betina, meskipun belum dapat dipastikan secara langsung,” jelasnya.

Harapan Baru bagi Konservasi

Kelahiran ini menjadi bukti bahwa upaya konservasi tidak hanya berhenti pada penyelamatan satwa, tetapi juga berhasil hingga tahap pengembangbiakan. Momen ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan satwa dilindungi. Keberhasilan ini juga membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi di Lampung, sekaligus menjadi harapan baru bagi kelangsungan hidup Harimau Sumatra yang kini terancam punah.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar