PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan peningkatan kualitas layanan gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar. Arahan ini disampaikan melalui Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai pesan khusus di Hari Raya Idulfitri, menekankan komitmen pemerintah untuk memastikan keamanan dan mutu makanan yang didistribusikan kepada masyarakat.
Fokus pada Tiga Sertifikasi Kunci
Sebagai respons langsung, BGN telah membentuk satuan tugas khusus untuk memperketat pengawasan. Pada fase awal, fokus pemantauan akan tertuju pada pemenuhan tiga sertifikasi mendasar di setiap SPPG. Ketiganya adalah Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), Sertifikat Halal, dan sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point).
Ketiga sertifikasi ini bukan sekadar administrasi, melainkan fondasi operasional yang krusial. Mereka menjadi penjamin utama keamanan pangan, kebersihan proses pengolahan, dan kesesuaian dengan prinsip kehalalan.
Dadan menjelaskan, "Setelah ketiga sertifikasi terpenuhi, peningkatan akan berlanjut ke sertifikasi terkait kualitas SDM SPPG, baik chef, penjamah makanan, dan analisis lingkungan."
Menuju Sistem Klasifikasi dan Akreditasi yang Terukur
Kelengkapan sertifikasi tersebut nantinya akan menjadi dasar penilaian untuk mengklasifikasi atau memberi gradasi pada setiap SPPG. Sistem berjenjang ini dirancang untuk menciptakan standar mutu yang terukur dan transparan, sekaligus mendorong semangat berkompetisi sehat antar penyelenggara untuk terus meningkatkan kualitas layanannya.
Dalam jangka pendek, sambil menunggu pembentukan lembaga akreditasi eksternal yang bersifat nasional, BGN akan mengambil inisiatif dengan membentuk Tim Klasifikasi SPPG secara internal. Langkah ini bertujuan untuk melakukan penilaian awal sekaligus mempersiapkan kerangka kerja yang matang untuk sistem akreditasi yang lebih terstruktur di masa depan.
Dadan menegaskan kembali strategi bertahap ini, "Sebelum lembaga akreditasi SPPG terbentuk, BGN akan membentuk secara khusus Tim Klasifikasi SPPG internal, sekaligus mempersiapkan secara sistematis menghadapi lembaga akreditasi eksternal."
Komitmen Jangka Panjang untuk Ketahanan Gizi
Serangkaian langkah teknis ini menunjukkan pendekatan yang lebih sistematis dan berorientasi pada standar. Inisiatif tersebut bukan hanya sekadar tindakan responsif atas instruksi presiden, melainkan bagian dari upaya strategis jangka panjang. Tujuannya jelas: memastikan program strategis nasional ini berjalan secara optimal, akuntabel, dan mampu memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku, baik secara nasional maupun mengacu pada praktik terbaik internasional.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Melemah, Investor Wait and See Menanti Hasil Review MSCI
IHSG Dibuka Melemah 0,45 Persen, Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi Global dan Arus Keluar Modal Asing
Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Ikut Terkerek
Pemerintah Alokasikan Rp6,26 Triliun untuk Lanjutkan Program Magang dan Vokasi Nasional Semester II 2026