Instagram Pangkas 15 Juta Pengikut Kylie Jenner dalam Pembersihan Akun Bot dan Spam

- Kamis, 07 Mei 2026 | 14:50 WIB
Instagram Pangkas 15 Juta Pengikut Kylie Jenner dalam Pembersihan Akun Bot dan Spam
PARADAPOS.COM - Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pengguna Instagram di berbagai belahan dunia, termasuk selebritas papan atas seperti Kylie Jenner, Cristiano Ronaldo, dan grup K-Pop Blackpink, mengalami penurunan jumlah pengikut secara drastis. Fenomena ini dipicu oleh pembersihan besar-besaran yang dilakukan Instagram terhadap akun spam, bot, dan akun tidak aktif. Berdasarkan laporan yang beredar pada Kamis, 7 Mei 2026, langkah ini merupakan bagian dari upaya Meta, perusahaan induk Instagram, untuk meningkatkan kualitas interaksi dan keamanan di platformnya.

Dampak Pembersihan Akun terhadap Pengguna

Penurunan jumlah pengikut tidak hanya dirasakan oleh kalangan selebritas. Kreator konten skala kecil hingga menengah juga melaporkan kehilangan sekitar 2 hingga 5 persen dari total pengikut mereka. Keluhan ini ramai dibagikan di platform Threads, menunjukkan bahwa efek pembersihan ini merata di berbagai lapisan pengguna. Sistem moderasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan Instagram disebut-sebut sebagai salah satu faktor utama. Teknologi ini dirancang untuk memprediksi usia pengguna dan mendeteksi perilaku tidak otentik yang terkoordinasi. Akibatnya, akun-akun yang terindikasi sebagai bot atau hasil pembelian dari layanan pihak ketiga langsung dihapus, sehingga berdampak pada berkurangnya jumlah pengikut.

Selebritas yang Terdampak Paling Parah

Berikut adalah daftar sejumlah tokoh terkenal yang mengalami kehilangan pengikut dalam jumlah signifikan:
  • Kylie Jenner kehilangan 15 juta pengikut
  • Blackpink kehilangan 10 juta pengikut
  • Cristiano Ronaldo kehilangan 8 juta pengikut
  • Selena Gomez kehilangan 6 juta pengikut
  • Ariana Grande kehilangan 6 juta pengikut
  • Lionel Messi kehilangan 4 juta pengikut
Data ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun akun besar yang kebal dari proses pembersihan tersebut, terlepas dari popularitas atau jumlah pengikut awal mereka.

Pernyataan Resmi dari Meta

Menanggapi keresahan yang meluas, Meta akhirnya angkat bicara. Juru bicara perusahaan menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah sebuah kesalahan teknis, melainkan prosedur standar yang telah direncanakan. “Sebagai bagian dari proses rutin kami untuk menghapus akun tidak aktif, beberapa akun Instagram mungkin melihat adanya perubahan pada jumlah pengikut mereka,” ujar juru bicara Meta dalam pernyataan yang dikutip dari Financial Express. Lebih lanjut, Meta menegaskan bahwa proses penghapusan akun palsu, spam, dan akun tidak aktif dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kualitas interaksi dan keamanan di platform. Perusahaan menyebutnya sebagai upaya menciptakan ekosistem media sosial yang lebih sehat, transparan, dan bebas dari praktik manipulasi jumlah pengikut. Sistem deteksi otomatis milik Meta yang terus diperbarui menjadi kunci dalam mengidentifikasi akun-akun mencurigakan. Selain bot, akun yang sudah lama tidak aktif, akun spam, hingga akun palsu yang digunakan untuk meningkatkan jumlah pengikut secara tidak wajar menjadi sasaran utama pembersihan ini.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar