BI Resmikan QRIS Lintas Negara, Tembus Korea Selatan dan Tiongkok

- Jumat, 08 Mei 2026 | 03:50 WIB
BI Resmikan QRIS Lintas Negara, Tembus Korea Selatan dan Tiongkok
PARADAPOS.COM - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan arah kebijakan sistem pembayaran nasional kini tidak hanya berfokus pada inklusivitas dan integrasi di dalam negeri, tetapi juga merambah ke kancah lintas negara. Perry mengungkapkan bahwa percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan menjadi prioritas utama. Hal ini disampaikannya dalam forum KSSK II Tahun 2026 di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, pada Kamis, 7 Mei 2026. Salah satu langkah konkret yang telah direalisasikan adalah perluasan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang kini dapat digunakan di luar negeri.

Ekspansi QRIS ke Korea Selatan dan Tiongkok

Implementasi QRIS lintas batas negara menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi digitalisasi ini. Perry Warjiyo mengonfirmasi bahwa kerja sama transaksi menggunakan QRIS dengan Korea Selatan telah resmi berjalan pada 1 April 2026. Tak berselang lama, layanan serupa dengan Tiongkok juga mulai diimplementasikan pada 30 April 2026. “Kebijakan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk mempercepat digitalisasi ekonomi keuangan Indonesia,” ujar Perry dalam forum tersebut. Dengan adanya layanan ini, masyarakat Indonesia yang bepergian ke kedua negara tersebut dapat melakukan transaksi pembayaran secara langsung menggunakan kode QR standar nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas ekonomi sekaligus mendorong pariwisata dan perdagangan bilateral.

Membangun Ekosistem Digital Nasional

Di dalam negeri, BI juga terus menggenjot infrastruktur digital. Perry menjelaskan bahwa pada 30 April 2026, pihaknya telah meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Inisiatif ini bertujuan untuk menjaring dan mengembangkan talenta serta ide bisnis di sektor digital. Dari program tersebut, sebanyak 80 tim telah terseleksi dan diproyeksikan menjadi calon pengusaha digital masa depan. Inovasi yang dikembangkan oleh para peserta ini menyasar berbagai sektor strategis. Mulai dari keamanan siber, manajemen risiko keuangan, hingga penciptaan lapangan kerja dan peningkatan layanan publik. Perry menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Optimalisasi Sistem Informasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (SIP2DD) akan dilakukan secara triwulanan untuk memastikan program ini berjalan efektif.

Distribusi Uang Tunai Tetap Optimal

Meskipun fokus pada digitalisasi, Perry memastikan bahwa distribusi uang kartal tetap berjalan lancar. Pada momen Idulfitri lalu, BI menggelar program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI). Program ini dirancang untuk memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat selama periode hari raya terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, transisi menuju masyarakat yang lebih digital tidak mengabaikan kebutuhan dasar akan uang fisik.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar