PARADAPOS.COM - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menuai kritik setelah tidak memasukkan Neymar da Silva ke dalam skuad terbaru. Keputusan kontroversial ini langsung disorot oleh legenda sepak bola Brasil, Romario de Souza Faria, yang menilai sang pelatih telah melakukan kesalahan dengan mengabaikan pemain bintang, meski Neymar belum sepenuhnya fit.
Romario Sindir Keputusan Ancelotti Tinggalkan Neymar
Sebagai salah satu ikon sepak bola Brasil yang memahami betul tekanan dan ekspektasi di tim nasional, Romario tak sungkan menyuarakan kritiknya. Baginya, Selecao adalah wadah bagi pemain-pemain terbaik, terlepas dari kondisi kebugaran yang tidak ideal.
“Neymar tidak dipanggil? Pria itu harus berhati-hati, tim nasional adalah tempat untuk pemain terbaik. Selecao adalah tim yang harus dihuni pemain terbaik dan bertalenta,” ucap Romario.
Mantan penyerang yang membantu Brasil juara Piala Dunia 1994 itu semakin menegaskan pendiriannya. Ia meyakini kualitas individu seorang bintang seperti Neymar bisa menjadi faktor penentu.
“Tidak ada pelatih yang bisa meninggalkan pemain sekaliber Neymar. Dia harus berhati-hati, lebih baik memiliki bintang seperti Neymar, bahkan jika dia tidak dalam kondisi 100 persen,” tegasnya.
Romario menutup pernyataannya dengan harapan agar Neymar tetap bisa membuktikan diri dan akhirnya turut membawa Brasil meraih gelar juara dunia keenam. “Bintang harus selalu bermain, selalu. Saya masih berharap bisa melihat Neymar membuktikan kualitasnya di atas lapangan, di liga Brasil, bahwa ia layak mendapat tempat di skuad final agar kami bisa membawa pulang Piala Dunia ke-6,” tuturnya.
Alasan Ancelotti dan Pilihan Pemain Muda
Di sisi lain, keputusan Ancelotti tentu bukan tanpa pertimbangan. Meski catatan statistik Neymar bersama Santos terbilang impresif—11 gol dan 4 assist dalam 28 penampilan—faktor kebugaran menjadi ganjalan utama. Cedera hamstring yang kerap menghampiri membuat performa maksimal sang bintang diragukan.
Dengan pertimbangan jangka panjang menuju Piala Dunia 2026, Ancelotti tampaknya lebih memilih untuk memberi kesempatan pada wajah-wajah baru. Ia memanggil Igor Thiago, Gabriel Martinelli, dan Endrick untuk mengisi lini depan, sambil mengistirahatkan tidak hanya Neymar, tetapi juga Rodrygo yang sedang mengalami cedera.
Langkah ini mengisyaratkan arah baru yang diambil pelatih asal Italia itu: meremajakan skuad sambil tetap berusaha menjaga DNA menyerang Brasil. Pilihan-pilihan tersebut kini menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan pengamat dan penggemar, mencerminkan dilema klasik antara mengandalkan bintang yang terbukti atau memulai regenerasi dengan talenta muda.
Artikel Terkait
Wali Kota Medan Serukan Fokus Kerja dan Data Akurat Pasca-Lebaran
KA Siliwangi Catat Rekor Okupansi 201% di Puncak Arus Mudik Lebaran
Perwira Polisi Gugur Diduga Akibat Kelelahan Saat Tugas Pengamanan Mudik di Yogyakarta
Anak Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo, Wali Kota Serukan Evaluasi Menyeluruh