PARADAPOS.COM - Polres Halmahera Utara memeriksa enam orang pemadu wisata yang membawa rombongan wisatawan asing dan lokal ke Gunung Api Dukono, menyusul erupsi yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026. Dari enam orang tersebut, satu di antaranya merupakan pimpinan penyedia jasa layanan open trip. Peristiwa ini menewaskan dan melukai sejumlah pendaki, dengan total 20 orang terdampak, terdiri dari sembilan warga negara asing asal Singapura dan 11 warga negara Indonesia.
Pemeriksaan Enam Pemadu Wisata
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengungkapkan bahwa dari enam orang yang diperiksa, satu di antaranya berinisial SE. “SE merupakan pimpinan open trip Anak ESA. Satu orang lainnya adalah anak buah, dan empat orang lainnya berprofesi sebagai porter,” jelasnya pada Minggu, 10 Mei 2026.
Meski saat ini berstatus sebagai saksi, keenam orang tersebut berpotensi dijerat dengan Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kelalaian yang menyebabkan korban jiwa. Polisi masih mendalami peran masing-masing dalam insiden ini.
Jejak Perjalanan Sebelum Erupsi
Dari hasil pemeriksaan sementara, para saksi menyebut bahwa sebelum mendaki Gunung Api Dukono, rombongan wisatawan yang menjadi korban erupsi sebelumnya telah mendaki Gunung Api Gamkonora dan Gunung Api Ibu di Kabupaten Halmahera Barat. Informasi ini menjadi salah satu fokus penyelidikan untuk memetakan kronologi lengkap peristiwa.
Biaya Paket Wisata yang Dipatok
Dalam paket kunjungan wisata ke setiap gunung api tersebut, penyedia perjalanan wisata mematok harga Rp13 juta per orang untuk warga negara asing dan Rp2 juta per orang untuk warga negara Indonesia. Angka ini menjadi sorotan mengingat risiko tinggi yang dihadapi para pendaki.
Dampak Erupsi Gunung Dukono
Berdasarkan laporan Badan SAR Nasional (Basarnas) Ternate, total 20 pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono pada Jumat, 8 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sembilan orang merupakan WNA asal Singapura dan 11 lainnya WNI. Tim SAR masih melakukan evakuasi dan pencarian di sekitar lokasi.
Gunung Api Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat pagi. Tinggi abu letusan mencapai sekitar 10 kilometer dari bibir kawah. Material abu vulkanik berwarna putih, kelabu, hingga hitam pekat dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam dengan amplitudo 34 milimeter dan durasi 967,56 detik.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menteri LH Sebut Roadmap Sampah Jakarta Bisa Jadi Contoh Nasional
Pemerintah Revisi Aturan E-Commerce untuk Lindungi UMKM dari Biaya Tinggi Platform
Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Jakarta yang Cepat Susun Peta Jalan Pengelolaan Sampah
Indonesia Masuk Grup F Piala Asia 2027 Bersama Jepang, Qatar, dan Thailand