BI Targetkan QRIS Terhubung ke Korea Selatan Mulai April 2026

- Kamis, 26 Maret 2026 | 02:00 WIB
BI Targetkan QRIS Terhubung ke Korea Selatan Mulai April 2026

PARADAPOS.COM - Bank Indonesia (BI) memperluas jaringan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke Korea Selatan, menandai langkah strategis dalam pengembangan sistem pembayaran lintas negara. Berdasarkan kesepakatan dengan Bank of Korea, implementasi kerja sama ini ditargetkan mulai April 2026. Nantinya, wisatawan dan pelaku usaha dari kedua negara dapat bertransaksi dengan memindai kode QR merchant menggunakan aplikasi dompet digital atau mobile banking lokal mereka, tanpa perlu bergantung pada mata uang ketiga.

Ekspansi Strategis dan Dampak Positif bagi UMKM

Langkah perluasan ke Korea Selatan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, BI telah menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah negara ASEAN dan Jepang, sementara uji coba dengan Tiongkok juga sedang berjalan. Ekspansi ini merupakan bagian dari komitmen konsisten BI dalam menjalankan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) untuk memperluas digitalisasi pembayaran.

Kebijakan ini memiliki dampak nyata, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, QRIS berhasil membawa jutaan pelaku usaha kecil ke dalam ekosistem pembayaran formal. Adopsi teknologi ini tercatat meningkatkan efisiensi operasional dan pendapatan harian mereka secara signifikan.

Data dari Laporan Perekonomian Indonesia 2025 mengonfirmasi tren pertumbuhan yang pesat. Transaksi QRIS tumbuh 139,99% (year-on-year) pada tahun tersebut, didorong oleh peningkatan jumlah pengguna yang mencapai hampir 60 juta dan merchant yang melebihi 42 juta.

Seorang analis keuangan digital menyoroti dampak praktis dari perluasan ini. "Dampak meluasnya penggunaan QRIS harus diakui telah meningkatkan efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan harian para pelaku UMKM," ungkapnya. Ia menambahkan, data mencatat peningkatan transaksi UMKM hingga 5%—10% terjadi setiap harinya setelah menggunakan QRIS.

Kemudahan Bagi Wisatawan dan Stabilitas Ekonomi

Bagi wisatawan, interkoneksi QRIS antarnegara menawarkan kemudahan yang konkret. Wisatawan Indonesia di Korea Selatan dapat membayar langsung dengan aplikasi e-wallet seperti GoPay, OVO, Dana, atau LinkAja, begitu pula sebaliknya untuk wisatawan Korea di Indonesia. Mekanisme ini menghilangkan kerumitan penukaran valuta asing atau biaya konversi kartu kredit yang kerap memberatkan.

Dari perspektif makro, kerja sama ini membawa tiga manfaat utama. Pertama, efisiensi biaya melalui transaksi dalam mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) dengan kurs real-time, yang meminimalkan biaya konversi dan risiko fluktuasi nilai tukar. Kedua, pengurangan ketergantungan terhadap Dolar AS dalam transaksi ritel lintas negara, yang berkontribusi pada stabilitas ekonomi. Ketiga, interkoneksi ini memperkuat kedaulatan digital Indonesia dan memfasilitasi integrasi ekonomi digital di kawasan Asia.

Antisipasi Tantangan ke Depan

Meski penuh potensi, perjalanan QRIS menuju panggung global tidak lepas dari tantangan. Perlu harmonisasi persepsi dan regulasi pembayaran lintas negara, kesiapan infrastruktur yang merata, serta penyelesaian kendala teknis terkait konversi mata uang. Perkembangan QRIS dari alat bayar nasional menjadi jembatan ekonomi global memang mencerminkan kemajuan fintech Indonesia. Namun, kesuksesan jangka panjangnya akan sangat bergantung pada bagaimana otoritas dan pemangku kepentingan terkait mengantisipasi dan mengatasi berbagai hambatan teknis dan regulasi tersebut. Dengan komitmen yang konsisten, langkah strategis ini diharapkan dapat terus memperluas manfaatnya, tidak hanya bagi pelaku usaha dan konsumen, tetapi juga bagi ketahanan sistem keuangan nasional.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar