PARADAPOS.COM - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan rencana peremajaan pramudi untuk layanan Mikrotrans atau JakLingko. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas pengemudi dan kenyamanan penumpang. Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa 125 pramudi baru akan segera ditempatkan sebagai bagian dari inisiatif ini.
Fokus pada Peningkatan Kompetensi
Program peremajaan ini berjalan beriringan dengan aktivitas Transjakarta Academy, sebuah lembaga pelatihan kerja resmi yang dibentuk perusahaan. Akademi ini dirancang untuk mendidik dan meningkatkan kompetensi pramudi serta staf, dengan tujuan akhir menciptakan layanan transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan profesional.
Welfizon Yuza menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Transjakarta, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
"Hari ini, kita terus berproses. Ini merupakan program kerja sama Pemprov DKI, Transjakarta dan juga Baznas, di mana dalam program ini, SIM dan juga sertifikasinya itu dibayarkan oleh Transjakarta melalui CSR," paparnya.
Pelatihan Intensif dan Komprehensif
Untuk memastikan kualitas, calon pramudi menjalani pelatihan intensif selama 6 hingga 8 minggu. Materi yang diberikan tidak hanya terbatas pada keterampilan teknis, seperti teknik mengemudi defensif, penanganan darurat, dan perawatan kendaraan dasar, tetapi juga mencakup pengembangan soft skill.
Peserta dilatih komunikasi efektif, manajemen stres, dan etika berkendara. Pelatihan ini dibawakan oleh instruktur dari kalangan praktisi berpengalaman, termasuk ahli keselamatan lalu lintas dan psikolog transportasi. Setelah lulus, setiap peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui oleh Kementerian Perhubungan.
Ekspansi Wawasan ke Tingkat Internasional
Selain program peremajaan, Transjakarta juga memiliki agenda ambisius untuk mengirim 20 pramudi terbaik hasil didikan akademinya ke Jepang. Menurut Welfizon, program pertukaran keahlian ini bertujuan untuk membekali pramudi dengan ilmu dan standar pelayanan baru dari negara yang dikenal dengan sistem transportasi publiknya yang maju.
Ia menegaskan bahwa pengalaman internasional ini tidak hanya bermakna untuk transfer pengetahuan, tetapi juga untuk membangun motivasi dan kebanggaan profesi.
"Menurut dia, pemberangkatan ke Jepang itu bertujuan agar pramudi memiliki ilmu dan standar baru yang dapat diterapkan di Indonesia. Tak hanya itu, pemberangkatan itu juga dapat menjadi motivasi bagi pramudi bahwa profesi tersebut tak hanya sekadar sopir, tetapi juga memiliki masa depan yang baik," ungkap Welfizon.
Serangkaian upaya ini menunjukkan komitmen Transjakarta dalam melakukan transformasi layanan dari hulu, dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan pramudi yang lebih terampil dan profesional, diharapkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat pengguna angkutan umum di Jakarta akan semakin meningkat.
Artikel Terkait
Menparekraf Sebut Ekonomi Kreatif adalah Tambang Baru Penyokong Pertumbuhan
KPK Bantah Tudingan Alihkan Status Tahanan Gus Yaqut Secara Diam-diam
Anggota DPR Bambang Haryo Soekartono Tinjau dan Apresiasi Kinerja Koperasi di Sidoarjo
Harga Emas Antam Naik Rp27.000 per Gram, Simak Rincian dan Ketentuan Pajaknya