PARADAPOS.COM - Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa padat di sejumlah gerbang tol utama penyangga Jakarta dan Jawa Barat pada Jumat, 27 Maret 2026. Data dari pengelola jalan tol mencatat lonjakan signifikan volume kendaraan yang kembali ke wilayah Jabodetabek, menandai puncak perjalanan usai libur panjang.
Lonjakan Hampir 17 Persen di Gerbang Tol Utama
Berdasarkan pantauan di lapangan, PT Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) melaporkan sebanyak 174.800 kendaraan masuk melalui empat titik gerbang tol utama, yaitu Halim, Cikunir 6, Cikupa, dan Ciawi 2. Angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup tajam dibandingkan arus lalu lintas pada hari-hari biasa.
Senior General Manager JMT Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, memberikan konfirmasi terkait peningkatan tersebut. Ia menyebutkan, "Meningkat 16,96 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 149.349 kendaraan transaksi yang kembali menuju Jabodetabek melalui empat Gerbang Tol."
Rincian Kepadatan di Setiap Titik
Dari data yang dirinci, kepadatan tidak merata dan terkonsentrasi di titik-titik yang menjadi pintu masuk utama. Gerbang Tol Halim menjadi yang terpadat dengan 71.015 kendaraan, disusul oleh Cikupa dengan 47.435 kendaraan. Sementara itu, Ciawi 2 dilintasi 37.145 kendaraan dan Cikunir 6 sebanyak 19.205 kendaraan. Semua titik ini mencatat angka di atas rata-rata volume harian normal.
Arus Keluar dari Bandung Juga Meningkat
Tidak hanya arus menuju Jakarta, gelombang kendaraan yang meninggalkan Bandung dan sekitarnya, seperti Rancaekek, juga menunjukkan tren peningkatan. Pada hari yang sama, tercatat 67.633 kendaraan melintas meninggalkan wilayah Jawa Barat menuju ibu kota.
Widiyatmiko menambahkan penjelasan untuk kondisi ini. "Naik sebesar 13,02 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 59.840 kendaraan," ungkapnya.
Lonjakan ini mengonfirmasi pola perjalanan arus balik yang dapat diprediksi, di mana pergerakan kendaraan memusat ke wilayah metropolitan usai periode mudik. Data tersebut memberikan gambaran nyata tentang beban yang ditanggung infrastruktur jalan tol dalam mengantisipasi puncak arus balik tahunan.
Artikel Terkait
Efisiensi Energi PGE Melonjak 126 Persen di 2025, Dukung Target NZE Indonesia
Pedagang Tempe di Pacitan Disiram Cairan Kimia oleh OTK, Alami Luka Bakar di Wajah dan Dada
BTN Buka Lowongan ODP, GBS, dan TSS untuk Lulusan S1 dan D3, Pendaftaran Hingga 22 Mei 2026
PT Sasa Inti Buka Lowongan Maintenance Staff untuk Lulusan SMK, Syarat Pengalaman Minimal Setahun