Menjelang Iduladha 2026, Kementan Perketat Pengawasan Zoonosis dan Keamanan Daging Kurban

- Kamis, 14 Mei 2026 | 13:50 WIB
Menjelang Iduladha 2026, Kementan Perketat Pengawasan Zoonosis dan Keamanan Daging Kurban
PARADAPOS.COM - Menjelang Iduladha 1447 H/2026 M, Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan penyakit zoonosis dan keamanan pangan asal hewan kurban. Langkah ini diambil untuk melindungi kesehatan masyarakat di tengah lonjakan mobilitas dan distribusi ternak yang biasanya terjadi pada musim ibadah kurban. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, secara resmi mengumumkan kebijakan ini pada Kamis, 14 Mei 2026, sebagai respons terhadap meningkatnya risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Prioritas pada Kesehatan Hewan dan Keamanan Pangan

Dalam keterangan resminya, Amran menekankan bahwa penguatan pengawasan kesehatan hewan merupakan elemen krusial dalam menjaga keamanan pangan nasional. “Penguatan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan nasional, khususnya pada periode meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Iduladha,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada jumlah produksi, tetapi juga pada kualitas dan jaminan keamanan produk yang sampai ke tangan konsumen. Kementan akan menjalankan pengawasan ini melalui tiga pendekatan utama: pemeriksaan kesehatan hewan secara ketat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan, serta edukasi kepada masyarakat dan panitia kurban tentang cara penanganan daging yang aman. “SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” jelasnya.

Pengawasan dari Hulu ke Hilir

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan, Tedy Dirhamsyah, menjelaskan bahwa pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peternak hingga ke meja makan. Menurutnya, lonjakan permintaan dan distribusi ternak menjelang Iduladha membuat pengawasan di setiap titik menjadi sangat penting. “Ini penting agar distribusi daging kurban tidak menjadi media penularan penyakit,” katanya. Pencegahan zoonosis, lanjut Tedy, harus dimulai sejak sebelum penyembelihan. Pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak antarwilayah, dan edukasi tentang penanganan daging yang benar menjadi kunci utama. Ia menekankan bahwa semua pihak, dari peternak hingga panitia kurban, harus memahami risiko dan cara pencegahannya.

Daftar Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Kementan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit zoonosis yang berpotensi muncul selama periode ini. Beberapa di antaranya adalah:
  • Antraks
  • Brucellosis
  • Lumpy Skin Disease (LSD)
  • Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
  • Jembrana
  • Infeksi cacing hati
Penyakit-penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan yang sakit, darah, organ yang terinfeksi, maupun produk pangan asal hewan yang tidak ditangani dengan benar. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat turunnya produktivitas ternak, terganggunya distribusi hewan, hingga menurunnya kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan.

Antisipasi Penyebaran Penyakit di Tengah Mobilitas Tinggi

Mentan Amran menambahkan bahwa peningkatan distribusi hewan ternak antarwilayah harus diantisipasi dengan pengawasan yang ketat. Hal ini penting agar pergerakan ternak tidak menjadi jalur penyebaran penyakit zoonosis maupun penyakit hewan menular strategis lainnya. “Karena itu, Kementan terus memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan kesehatan hewan menjelang Iduladha guna memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, sehat, dan terbebas dari risiko penularan penyakit,” tuturnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar