Intelijen Iran Klaim Gagalkan Operasi Mata-mata Mossad, 14 Orang Ditangkap

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:00 WIB
Intelijen Iran Klaim Gagalkan Operasi Mata-mata Mossad, 14 Orang Ditangkap

PARADAPOS.COM - Kementerian Intelijen Iran mengklaim telah menggagalkan operasi mata-mata yang didalangi oleh Mossad, dinas intelijen Israel, dengan menangkap sejumlah agen di wilayah Teheran. Operasi keamanan ini berhasil mengungkap modus pengiriman data sensitif melalui aplikasi pesan dan mengaitkannya dengan insiden kematian dua orang di sebuah pos pemeriksaan.

Modus Pengiriman Data Sensitif via Telegram

Menurut keterangan resmi, salah seorang tersangka berhasil diamankan setelah ketahuan mengirimkan informasi rahasia, termasuk lokasi sistem keamanan, kepada jaringan yang dianggap musuh. Pengiriman data tersebut dilakukan memanfaatkan bot di aplikasi Telegram.

Pelaku mengaku, "Saya kirim lokasi-lokasi dan teks melalui bot Telegram 'Iran Internasional'. Di Telegram, ada iklan di kanal 'Iran International' yang minta pengiriman foto-video. Karena mereka minta, jadi saya kirimkan," tuturnya, seperti dilaporkan Metro Siang, Metro TV, Sabtu, 28 Maret 2026.

Dampak Kebocoran Informasi dan Pembekuan Aset

Kebocoran informasi yang diduga dilakukan oleh tersangka ternyata membawa konsekuensi fatal. Dalam proses penyelidikan, pihak berwenang mengungkapkan bahwa seorang ayah dan anaknya ditemukan tewas di sebuah pos pemeriksaan, yang diduga terkait dengan informasi yang dibocorkan.

Sebagai bagian dari tindakan lanjutan, otoritas Iran juga telah memblokir sejumlah rekening bank yang terhubung dengan layanan satelit Starlink. Rekening-rekening ini diduga menjadi saluran untuk mendanai atau mendukung kegiatan penyebaran informasi kepada pihak-pihak yang dianggap bermusuhan.

Jaringan Mata-mata yang Lebih Luas

Operasi penangkapan ini ternyata tidak hanya berhenti pada satu individu. Intelijen Iran menyatakan telah menahan 14 orang lainnya yang diduga terlibat dalam jaringan mata-mata. Dari kelompok tersebut, empat orang dikabarkan berkomunikasi dengan seorang individu yang berada di Jerman, dengan tujuan merencanakan serangan terhadap sejumlah pusat pemerintahan di Iran.

Klaim ini muncul di tengah dinamika geopolitik regional yang kerap memanas, di mana insiden-intelijen semacam ini menjadi salah satu penanda ketegangan yang berlangsung. Otoritas Iran hingga kini belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas atau status hukum para tersangka lainnya.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar