Cedera Lutut Paksa Mauro Zijlstra Absen di Final FIFA Series, Jens Raven Dipanggil

- Minggu, 29 Maret 2026 | 12:50 WIB
Cedera Lutut Paksa Mauro Zijlstra Absen di Final FIFA Series, Jens Raven Dipanggil

PARADAPOS.COM - Penyerang muda Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra, dipastikan absen dalam laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria akibat cedera lutut. Cedera yang dialaminya pada kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, Jumat (27/3/2026) lalu, memaksanya menjalani pemulihan hingga beberapa bulan ke depan. Menanggapi kondisi ini, pelatih John Herdman telah memanggil Jens Raven sebagai pengganti untuk memperkuat lini depan Garuda di partai puncak, Senin (30/3/2026) mendatang.

Kepastian Cedera dan Masa Pemulihan

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi Zijlstra dikonfirmasi cukup serius. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menjelaskan tingkat keparahan cedera yang menghantam pemain berusia muda tersebut.

"Grade 2, jadi ya mungkin agak lumayan, mungkin bisa dua atau tiga bulan," jelas Sumardji saat ditemui di sela-sela latihan Timnas di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Kabar ini tentu menjadi pukulan, mengingat Zijlstra baru saja mencetak gol dalam kemenangan besar timnas sebelum akhirnya harus keluar lapangan. Masa pemulihan yang cukup panjang membuatnya terpaksa dicoret dari skuad untuk pertandingan penting selanjutnya.

Raven Dipanggil sebagai Pengganti

Untuk mengisi kekosongan di posisi striker, pelatih John Herdman mengambil keputusan cepat dengan memanggil Jens Raven. Menurut Sumardji, pertimbangan utama adalah kesamaan profil dan posisi yang diisi Raven dengan Zijlstra.

"Posisinya Jens sama si Mauro kan sama, sebagai striker. Sehingga terkait pertimbangan-pertimbangan itulah yang diambil oleh Coach John untuk memanggil Jens Raven," tuturnya.

Raven dilaporkan telah langsung bergabung dan mengikuti sesi latihan pada hari yang sama. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan opsi segar dan kompetitif di lini serang Indonesia menjelang laga final.

Persiapan Menghadapi Bulgaria

Menghadapi Bulgaria, yang peringkat FIFA-nya jauh lebih tinggi, manajemen timnas mengajak publik untuk bersikap realistis namun tetap memberikan dukungan penuh. Sumardji secara gamblang memaparkan perbedaan kualitas kedua tim berdasarkan statistik.

"Bulgaria tuh di bawah 90 (tepatnya 85), sementara kita masih 121. Nah, dari situ maka saya berharap kepada seluruh fans untuk bisa nikmati saja, nikmati saja pertandingan besok itu. Terlepas hasilnya," ujarnya.

Pemanggilan Raven sendiri telah melalui prosedur resmi dan mendapatkan lampu hijau dari FIFA. Hal ini dimungkinkan karena namanya telah tercantum dalam daftar panjang 41 pemain yang diajukan PSSI sebelumnya.

"Pergantian ini telah disetujui oleh FIFA karena Raven tercatat dalam 41 pemain yang didaftarkan sebelumnya," demikian bunyi pernyataan resmi federasi.

Pertandingan final yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian timnas, tetapi juga berpotensi menjadi momen debut penting bagi Jens Raven di level senior.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar