Diaspora Indonesia di Tokyo Sambut Haru Kedatangan Presiden Prabowo

- Senin, 30 Maret 2026 | 00:00 WIB
Diaspora Indonesia di Tokyo Sambut Haru Kedatangan Presiden Prabowo

PARADAPOS.COM - Sejumlah diaspora Indonesia di Tokyo merasakan momen haru saat menyambut kedatangan Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Minggu (29/3/2026) malam. Suasana hangat dan penuh antusiasme tercipta ketika Presiden menyapa warga negara Indonesia yang bekerja dan tinggal di Jepang, salah satunya adalah Mutiara Mutiruta Miru Binto, seorang perawat lansia yang berhasil mendapatkan tanda tangan khusus dari Presiden.

Gugup dan Bahagia di Depan Presiden

Bagi Mutiara, momen bertatap muka langsung dengan pemimpin tertinggi negara adalah pengalaman yang sangat dinantikan. Perempuan yang sehari-hari merawat lansia di Tokyo itu mengaku jantungnya berdebar-debar saat kesempatan itu akhirnya tiba. Perasaan gugup bercampur bahagia itu memuncak ketika ia berhasil meminta tanda tangan Prabowo pada sebuah buku bertajuk Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045.

“Sebenarnya deg-degan. Di luar ekspektasi bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden. Ini juga menjadi kesempatan bagi diaspora di Jepang untuk bisa bertemu,” tuturnya, menggambarkan kejutan yang dirasakannya.

Memanfaatkan Kesempatan yang Berharga

Momen tersebut terjadi dalam suasana santai namun khidmat, ketika Presiden Prabowo meluangkan waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan para diaspora. Mutiara, yang berada di posisi yang strategis, tak menyia-nyiakan kesempatan langka itu. Ia memahami bahwa jadwal Presiden yang padat mungkin membatasi waktu pertemuan.

“Mungkin karena Bapak juga lelah dalam perjalanan, jadi saya hanya sempat meminta tanda tangan. Motivasi saya supaya bisa bertemu langsung dengan Bapak,” lanjutnya, menunjukkan sikap memahami dan rasa hormatnya.

Kenangan Pertama yang Tak Terlupakan

Interaksi singkat itu meninggalkan kesan mendalam bagi Mutiara. Ia merasa bersyukur atas keramahan yang ditunjukkan Presiden dan keberuntungannya berada di tempat yang tepat. Pertemuan itu pun menjadi pengalaman visual pertama baginya setelah sekian lama hanya mengikuti kabar dari tanah air melalui layar kaca.

“Arahan juga dari teman-teman, dan kebetulan posisi saya berada di ujung, tepat di dekat Bapak. Bapak juga sangat ramah, dan alhamdulillah saya mendapat kesempatan memperoleh tanda tangan,” ungkapnya dengan nada syukur.

“Ini pertama kali saya bertemu langsung. Selama ini hanya melihat di YouTube atau di TV,” pungkas Mutiara, menutup cerita tentang kenangan yang akan ia bawa pulang ke rumahnya di Tokyo, jauh dari kampung halaman.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar