PARADAPOS.COM - Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menekankan pentingnya membangun keharmonisan tim kepada pelatih John Herdman, menyusul hasil akhir Indonesia sebagai runner-up FIFA Series 2026. Pernyataan ini disampaikan setelah Timnas Garuda takluk 0-1 dari Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (25/3). Sumardji menilai, chemistry yang solid adalah fondasi krusial untuk menghadapi jalan panjang menuju kualifikasi Piala Dunia 2030.
Chemistry Tim Jadi Fokus Utama Pasca-FIFA Series
Dalam pertemuan dengan awak media di SUGBK, Sumardji secara khusus menyoroti aspek kebersamaan tim sebagai pekerjaan rumah bagi Herdman. Ia meyakini, proses membangun hubungan yang erat antar pemain dan pelatih harus dilakukan secara bertahap dan matang.
Sumardji menjelaskan, ketika keharmonisan itu terbentuk, tugas berat Herdman untuk membawa Indonesia melangkah ke Piala Dunia akan terasa lebih ringan. Sebelum mengejar target tertinggi pada 2030 itu, skuad Garuda akan lebih dulu diuji di sejumlah ajang, termasuk Piala ASEAN 2026 dan Piala Asia 2027, serta berbagai laga uji coba FIFA Match Day.
"Terutama yang harus kita yang harus saya sampaikan kepada Coach John adalah bagaimana membangun chemistry ini dengan tahapan-tahapan yang memang harus dijalankan," tutur Sumardji.
Kunci Perjalanan Panjang Menuju Piala Dunia
Pesan dari ketua BTN tersebut bukan sekadar imbauan biasa, melainkan dianggap sebagai strategi fundamental. Dalam pandangannya, keberhasilan sebuah tim di level internasional tidak hanya bergantung pada taktik dan teknik individu, tetapi sangat ditentukan oleh ikatan kolektif di dalam skuad.
"Karena jujur saja, kunci keberhasilan John dalam timnas kita membawa anak-anak ini, perjalanan yang cukup panjang ini menuju ke Piala Dunia lolos 2030, itu adalah harus bisa membangun chemistry ini dengan betul-betul step by step dengan baik. Itu penting sekali," tegasnya.
Sumardji optimis, jika Herdman berhasil menyatukan hati dan pikiran seluruh pemain, proses peracikan tim menjadi unit yang tangguh akan berjalan lebih efektif. Hal ini dianggap sebagai modal psikologis yang tak ternilai dalam menghadapi tekanan berbagai kompetisi besar mendatang.
"Ketika nanti chemistry dan hati para pemain semuanya bisa terambil oleh Coach John, akan lebih memudahkan lagi Coach John untuk meramu tim ini menjadi sesuatu hal yang akan bisa lebih baik lagi," lanjutnya.
Kekalahan Tipis dari Bulgaria
Pada laga final FIFA Series tersebut, Indonesia sebenarnya tampil cukup menguasai permainan. Namun, kekalahan 0-1 harus diterima setelah Bulgaria sukses memanfaatkan satu peluang emas dari titik putih. Gol tunggal dicetak oleh Marin Petkov pada menit ke-38, menyusul pelanggaran yang dilakukan Kevin Diks terhadap Zdravko Dimitrov di dalam kotak penalti.
Kekalahan ini menutup perjalanan Indonesia di turnamen persahabatan tersebut, meski prestasi sebagai juara kedua tetap memberikan gambaran progres yang positif. Perhatian kini beralih pada bagaimana Herdman dan stafnya merespons masukan dari pimpinan BTN, untuk menyiapkan tim menghadapi tantangan yang lebih berat di masa depan.
Artikel Terkait
BMKG: Ekuinoks dan Minim Awan Picu Suhu Samarinda Capai 34 Derajat Celsius
RSU Muslimat Ponorogo Resmi Operasikan Gedung Gus Dur, Tingkatkan Layanan Ibu dan Anak
Proyek PSN di Pulau Poto Akhiri Stagnasi, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Pemprov Jambi Siapkan Penyesuaian Bertahap Belanja Pegawai ke Batas 30% APBD