PARADAPOS.COM - Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Tony Setia Boedi Hoesodo, kini menggunakan bahan bakar gas (BBG) untuk kendaraan pribadinya. Langkah personal ini diambil sebagai bagian dari upaya nyata mendorong transisi energi nasional ke sumber yang lebih bersih, efisien, dan berbiaya stabil. Dengan memanfaatkan teknologi dual fuel, Tony menunjukkan bahwa pilihan energi alternatif ini sudah dapat diakses dan diaplikasikan dalam keseharian.
Teknologi Dual Fuel: Fleksibilitas di Ujung Jari
Kendaraan yang digunakan Tony telah dipasangi converter kit BBG, yang memungkinkan sistem bahan bakar ganda (dual fuel) antara bensin dan gas. Teknologi ini memberikan fleksibilitas tinggi kepada pengguna. Dari balik kemudi, peralihan dari satu jenis bahan bakar ke jenis lainnya dapat dilakukan dengan mudah hanya melalui sebuah tombol, menyesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan stasiun pengisian.
Tony menjelaskan motivasi di balik keputusannya. "Kami ingin memberikan contoh nyata bahwa pemakaian BBG adalah pilihan yang cerdas untuk kebutuhan sehari-hari," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026). Ia menambahkan, "Kendaraan bisa mendapatkan penghematan biaya bahan bakar karena harganya yang terjangkau dan stabil yaitu Rp4.500 per liter, daya tempuh lebih jauh serta juga lebih ramah lingkungan."
Keamanan dan Standar Layanan Jadi Prioritas
Di balik kemudahan tersebut, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Pemasangan converter kit dilakukan secara profesional oleh teknisi bersertifikasi, dengan proses yang ketat mengikuti standar keselamatan tertinggi. Mulai dari penempatan tabung gas, pengaturan pipa distribusi, hingga pengujian sistem, semua dirancang dengan cermat untuk memastikan keandalan dan keamanan pengguna. Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi BBG telah matang dan siap untuk diadopsi secara lebih luas oleh publik.
Tony kembali menekankan komitmen ini. "Kami menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan BBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," tegasnya.
Mendorong Perubahan Menuju Ekosistem BBG yang Kuat
Langkah simbolis dari pimpinan perusahaan gas negara ini bukan sekadar pencitraan, melainkan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengajak masyarakat beralih. PGN, melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia, secara aktif mengembangkan ekosistem pendukung BBG, termasuk perluasan jaringan stasiui pengisian dan edukasi publik.
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia, Santiaji Gunawan, menyambut baik inisiatif ini. "Ini menjadi momentum penting untuk mendorong pemanfaatan energi alternatif yang lebih luas di masyarakat," tuturnya. Santiaji berharap, "Dukungan ini juga memberikan dorongan positif bagi pengembangan ekosistem BBG di Indonesia."
Dengan demikian, transisi energi tidak hanya digaungkan dari tingkat kebijakan, tetapi juga ditunjukkan melalui aksi langsung di lapangan. Contoh konkret seperti ini diharapkan dapat memecah kebekuan persepsi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi energi baru dan terbarukan, selangkah demi selangkah menuju ketahanan energi yang lebih berkelanjutan.
Artikel Terkait
Jembatan Garuda Merah Putih Gantikan Jembatan Bambu Rapuh di Boyolali
Presiden Prabowo Pimpin Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi PBB Lebanon
Libur Panjang Paskah, Sea World Ancol Jadi Magnet Wisata Edukatif
Mahasiswa Untirta Ditangkap Diduga Rekam Dosen di Toilet Kampus