PARADAPOS.COM - Seorang pria berhasil dievakuasi dengan selamat dari dalam sumur di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, setelah terjatuh pada Sabtu (4/4/2026) siang. Operasi penyelamatan yang melibatkan tim SAR gabungan berlangsung sekitar satu jam, dan korban dilaporkan dalam kondisi sehat usai ditarik ke permukaan.
Laporan Darurat dan Respons Cepat Tim
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 11.45 WIB di kawasan Pabalutan, Kecamatan Rambatan. Irvan (27) dilaporkan terjatuh ke dalam sebuah sumur. Laporan resmi kemudian diterima oleh Kantor SAR Padang dari petugas Damkar setempat hanya lima menit setelah kejadian, tepatnya pukul 11.50 WIB.
Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, segera mengerahkan lima personel Unit Siaga SAR (USS) Tanah Datar. Jarak yang relatif dekat, sekitar 3,91 kilometer, memungkinkan tim tiba di lokasi bencana dengan cepat.
Abdul Malik menjelaskan, "Setelah menerima informasi, kami segera memberangkatkan lima personel dari USS Tanah Datar menuju lokasi kejadian (LKP). Jarak tempuh hanya sekitar 3,91 kilometer, sehingga tim tiba di lokasi dalam waktu singkat."
Proses Evakuasi dengan Teknik Vertical Rescue
Tim penyelamat tiba di Pabalutan pada pukul 12.10 WIB. Mereka langsung mempersiapkan operasi penyelamatan dengan teknik Vertical Rescue, sebuah prosedur standar untuk mengevakuasi korban dari kedalaman. Situasi di lapangan memerlukan kehati-hatian ekstra, mengingat kondisi sumur yang sempit dan risiko berkurangnya pasokan oksigen bagi korban yang terjebak di bawah.
Dengan peralatan khusus, proses pengangkatan dilakukan secara bertahap dan teliti. Upaya yang terkoordinasi ini akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 13.15 WIB, atau sekitar satu jam setelah tim tiba, Irvan berhasil mencapai permukaan tanah dengan selamat.
Kolaborasi Kunci Keselamatan
Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi cepat berbagai pihak di lapangan. Selain USS Tanah Datar yang menjadi ujung tombak, upaya penyelamatan juga didukung oleh personel TNI, Polri, Damkar Kabupaten Tanah Datar, BPBD, serta warga masyarakat setempat. Koordinasi yang solid inilah yang memungkinkan evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Setelah korban dinyatakan aman dan dibawa pulang oleh keluarga untuk pemulihan, operasi pun segera ditutup. Abdul Malik menyatakan operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup setelah evaluasi singkat.
Beliau menambahkan, "Pada pukul 13.20 WIB, setelah dilakukan debriefing, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Kami mengapresiasi kecepatan koordinasi semua pihak di lapangan sehingga nyawa korban dapat terselamatkan."
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan di sekitar area sumur atau lubang yang tidak tertutup. Respons cepat dan profesional dari tim gabungan penyelamat berhasil mencegah potensi tragedi yang lebih besar, mengembalikan Irvan ke keluarganya dalam keadaan selamat.
Artikel Terkait
Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Perkuat Madrasah dan Pendidikan Keagamaan
Korban Luka Serangan di UEA Capai 217 Orang, Termasuk Warga Rusia
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Langsung kepada Keluarga Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Survei Global: Jepang Dinobatkan sebagai Negara dengan Penduduk Paling Sopan di Dunia