Remaja di Bengkalis Tewaskan Ayah Kandung dengan Parang Usai Cekcok

- Rabu, 08 April 2026 | 04:00 WIB
Remaja di Bengkalis Tewaskan Ayah Kandung dengan Parang Usai Cekcok

PARADAPOS.COM - Seorang remaja berinisial RMP (19) ditangkap polisi atas dugaan pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri di Desa Tasik Serai, Kabupaten Bengkalis, Riau. Peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa (7/4/2026) pagi itu mengakibatkan korban, RP (47), meninggal dunia dengan luka tebasan parang di leher. Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi keji yang mengguncang warga setempat tersebut.

Kronologi Kejadian Bermula dari Cekcok Keluarga

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, suasana di rumah korban telah tegang sejak pagi hari. Sekitar pukul 08.00 WIB, terjadi pertengkaran antara korban dan istrinya, yang diduga berkaitan dengan persoalan uang. Setelah pertengkaran itu, sang istri meninggalkan rumah untuk pergi ke ladang, menyisakan korban dan pelaku, yang merupakan anaknya sendiri, di dalam rumah.

Suasana hening yang menyelimuti rumah itu berubah menjadi mencekam beberapa saat kemudian. Diduga saat korban sedang beristirahat di kamar, pelaku mengambil parang dari gudang. Dengan senjata itu, ia kemudian mendatangi ayahnya dan melancarkan serangan mematikan.

Kondisi Korban yang Memilukan

Ketika petugas dan warga tiba di lokasi, mereka disambat pemandangan yang sangat memilukan. Jenazah RP ditemukan terbaring di kamarnya dalam kondisi bersimbah darah. Luka tebasan yang sangat dalam dan parah di bagian leher korban menjadi penyebab utama kematiannya.

Akun Instagram @infodumaiterbaru yang mengutip kabar ini pada Rabu (8/4/2026) menuliskan narasi singkat yang mencerminkan keterkejutan publik.

"Remaja di Bengkalis bunuh ayah kandungnya saat sedang tidur," tulis akun tersebut.

Respons Cepat Aparat Kepolisian

Polisi menerima laporan dari warga yang panik sekitar pukul 13.19 WIB. Tim dari Polsek Pinggir yang dipimpin Iptu Donni Widodo Siagian segera bergerak menuju TKP. Mereka menemukan pelaku masih berada di lokasi kejadian dan berhasil mengamankannya tanpa menemui perlawanan.

Proses olah TKP pun segera dilakukan dengan cermat. Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mandau untuk menjalani pemeriksaan visum guna kepentingan penyidikan. Sementara itu, pelaku dibawa ke Mapolsek Pinggir untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap motif dan alur kejadian yang sebenarnya.

Penyidikan Berlanjut

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih bekerja keras untuk menyusun puzzle peristiwa ini secara lengkap. Mereka mendalami segala kemungkinan, termasuk dinamika konflik dalam keluarga yang diduga menjadi pemicu. Barang bukti yang berhasil diamankan dari TKP akan menjadi kunci utama dalam proses hukum selanjutnya.

Kasus yang viral di media sosial ini bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi renungan tentang pentingnya mengelola komunikasi dan konflik dalam rumah tangga. Masyarakat setempat masih diliputi rasa syok dan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu rumah keluarga itu hingga berakhir dengan tragedi yang begitu mengerikan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar