Ribuan Warga Padati Pengobatan Gratis di Candi Borobudur Jelang Puncak Perayaan Waisak 2026

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:50 WIB
Ribuan Warga Padati Pengobatan Gratis di Candi Borobudur Jelang Puncak Perayaan Waisak 2026

PARADAPOS.COM - Ribuan warga dari Magelang dan sekitarnya memadati Pelataran Taman Lumbini di Kompleks Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026, untuk mengikuti bakti sosial pengobatan gratis yang digelar menjelang puncak peringatan Waisak 2570 BE. Kegiatan ini bukan sekadar layanan medis massal, melainkan juga dimaknai sebagai implementasi nyata ajaran Dharma dan wujud cinta kasih terhadap sesama. Dengan target melayani tujuh hingga delapan ribu pasien, acara ini menghadirkan puluhan tenaga medis dan relawan yang siap memberikan layanan kesehatan di berbagai poli.

Bakti Sosial sebagai Refleksi Spiritual

Suasana di lokasi tampak hidup sejak pagi. Ratusan tenaga medis dan relawan dari berbagai latar belakang sibuk melayani antrean warga yang datang dengan harapan mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan yang disediakan cukup beragam, mulai dari poli umum, pemeriksaan gigi, bedah minor, hingga pemeriksaan mata yang dibarengi dengan pembagian kacamata gratis. Tahun ini, panitia menargetkan angka pelayanan yang cukup besar, yakni antara tujuh hingga delapan ribu warga.

Ketua Umum WALUBI, Hartarti Murdaya, dalam sambutannya pada seremoni pembukaan acara menyampaikan apresiasi yang mendalam. "Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta seluruh mitra yang sejak tahun 1996 hingga sekarang terus memberikan dukungan kepada WALUBI dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan dan kemanusiaan bagi masyarakat luas secara terus menerus," ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kontribusi semua pihak yang terlibat langsung di lapangan. "Kami juga menyampaikan penghargaan kepada para dokter, tenaga medis, paramedis, serta para relawan dari berbagai latar belakang agama dan masyarakat yang dengan ketulusan hati bergabung dalam kegiatan ini. Kehadiran saudara-saudara sekalian memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat menyatukan banyak pihak dalam satu tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan amal bakti demi Karma baik masing-masing," tutur Hartarti Murdaya.

Hampir Tiga Dekade Berjalan Konsisten

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini bukanlah acara sekali jalan. Ia sudah berjalan rutin selama hampir 30 tahun dan menjadi bagian integral dari rangkaian refleksi spiritual umat Buddha menjelang puncak perayaan Waisak.

"Waisak itu ada momentum yang bisa menjadi refleksi untuk moralitas dan kemauan kita sebagai umat Buddha. Salah satu ajarannya adalah untuk kepedulian sosial dan cinta kasih kepada semua orang manusia. Oleh karena itu, baksos ini adalah salah satu praktik Dharma sebelum acara puncak Waisak," ujar Karuna Murdaya.

Sentuhan Langsung bagi Masyarakat

Di antara kerumunan pengunjung, antrean di poli pemeriksaan mata tampak paling panjang. Layanan ini memang menjadi salah satu primadona, terutama bagi warga lanjut usia. Salah seorang penerima manfaat, Isti, mengaku sangat terbantu. Wanita berusia 56 tahun itu sebelumnya kesulitan saat harus membaca.

"Tadi dicarikan yang pas, yang ukuran berapa, disuruh memilih yang paling pas yang enggak pusing, yang nyaman. Sebelumnya kalau buat baca itu kabur-kabur, harus disipitkan baru kelihatan. InsyaAllah nanti di rumah bisa baca Alquran dengan jelas," kata Isti dengan nada penuh syukur.

Inovasi Layanan dan Kolaborasi Lintas Iman

Bakti sosial yang dijadwalkan berlangsung hingga 24 Mei 2026 ini tidak hanya menawarkan layanan medis konvensional. Tahun ini, panitia menghadirkan inovasi baru berupa layanan terapi energi Qi Gong. Selain itu, ada pula skrining Tuberkulosis (TBC) menggunakan perangkat rontgen mobile. Langkah ini diharapkan dapat membantu upaya penekanan angka kasus TBC di Indonesia.

Melalui kolaborasi lintas agama dan profesi yang terjalin di Pelataran Taman Lumbini, semangat kebersamaan dan kemanusiaan terasa kental. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai moral dan kepedulian sosial dapat menyatukan banyak pihak, selaras dengan tema Waisak tahun ini, yakni Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan. (Lorien Nurajay Oxa/Kontributor)

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler