PARADAPOS.COM - Sebuah aksi teror yang melibatkan geng motor bersenjata panah terjadi di kawasan Rappocini, Makassar, pada Rabu dini hari (8/4/2026). Polisi kini telah mengidentifikasi para pelaku setelah insiden yang mengakibatkan seorang juru parkir terluka tertancap anak panah di lehernya itu terekam jelas oleh kamera pengawas. Motif penyerangan acak ini masih dalam penyelidikan intensif oleh aparat.
Kronologi Penyerangan di Tengah Malam
Peristiwa itu berlangsung di Jalan Emmy Saelan III, tepatnya di halaman sebuah swalayan. Berdasarkan rekaman CCTV yang dianalisis polisi, segerombolan pelaku tiba dengan mengendarai sepeda motor. Tanpa basa-basi, mereka langsung menggeber kendaraan sambil melepaskan anak panah dari busur ke arah korban yang sedang beraktivitas. Suasana malam yang seketika berubah mencekam itu juga menyasar beberapa pemuda lain di sekitar lokasi secara acak.
Korban utama, seorang juru parkir, mengalami luka serius akibat anak panah yang menancap di bagian lehernya. Ia pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya untuk mendapatkan perawatan darurat. Sementara itu, warga yang menyaksikan dan menjadi korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rappocini.
Penyelidikan dan Pengejaran Pelaku
Merespons laporan masyarakat, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan. Kapasitas penyidik dalam menganalisis bukti visual dari CCTV menjadi kunci utama. Berkat itu, identitas para pelaku berhasil terungkap dan kini menjadi target pengejaran. Meski demikian, penyebab di balik aksi brutal ini masih digali lebih dalam untuk memastikan apakah ada motif tertentu atau sekalah aksi uji nyali semata.
Upaya penangkapan masih terus dilakukan. Di sisi lain, situasi di lokasi kejadian masih tegang. Sejumlah pemuda setempat meningkatkan kewaspadaan, khawatir akan adanya serangan susulan dari geng motor yang sama.
Kesaksian Korban yang Selamat
Salah seorang korban, Ismail Yusuf, menggambarkan kedahsyatan momen penyerangan yang terjadi begitu cepat dan tak terduga. Ia menuturkan, kelompok itu tiba-tiba muncul dan langsung membidikkan panah mereka.
"Mereka datang langsung menyerang. Anak-anak geng motor itu, langsung tiba-tiba lepas anak panah. Tidak pernah ada masalah di sini, banyak yang mereka busur tapi tidak kena, cuma saya yang kena," jelasnya.
Kesaksian ini menguatkan gambaran aksi spontan dan brutal yang membuat warga setempat merasa tidak aman. Polisi diharapkan segera menuntaskan kasus ini untuk memulihkan rasa aman sekaligus memberikan efek jera.
Artikel Terkait
Serangan Israel Hantam Sinagoge Bersejarah dan Kampus Prestisius di Teheran
Pemerintah Pertahankan HPP Gabah Rp6.500 per Kg, Cadangan Beras Capai Rekor 4,6 Juta Ton
Polisi Tangkap Pria Diduga Edarkan Obat Keras Ilegal di Toko Penjaringan
Menkumham Beberkan Dilema Hukum Kasasi Jaksa atas Vonis Bebas Delpedro