Gempa M 3,8 Guncang Larantuka, Belum Ada Laporan Kerusakan

- Kamis, 09 April 2026 | 02:00 WIB
Gempa M 3,8 Guncang Larantuka, Belum Ada Laporan Kerusakan

PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,8 mengguncang wilayah Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis pagi, 9 April 2026. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 04.54 WIB itu dilaporkan terasa cukup kuat oleh sejumlah warga, meski hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan bangunan ataupun korban jiwa.

Lokasi dan Kedalaman Pusat Gempa

Berdasarkan analisis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di darat, tepatnya sekitar 24 kilometer di sebelah tenggara kota Larantuka. Titik pusatnya berada pada koordinat 8,44 Lintang Selatan dan 123,14 Bujur Timur dengan kedalaman yang sangat dangkal, hanya tiga kilometer di bawah permukaan bumi. Kedalaman yang relatif dangkal ini sering kali membuat guncangan terasa lebih intens di permukaan.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan detail teknis kejadian tersebut.

"Gempa (UPDATE) Mag:3.8, 09-Apr-26 04:54:48 WIB, Lok:8.44 LS, 123.14 BT (Pusat gempa berada di darat 24 km tenggara Larantuka), Kedlmn:3 Km Dirasakan (MMI) II-III Flotim," jelas lembaga tersebut.

Guncangan Dirasakan Masyarakat

Getaran gempa tercatat dirasakan masyarakat di Flores Timur pada skala II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, guncangan umumnya digambarkan seperti getaran truk berat yang lewat dan dapat dirasakan oleh orang-orang yang sedang berada di dalam bangunan, terutama di lantai atas. Laporan dari lapangan mengonfirmasi bahwa gempa memang membangunkan sebagian warga yang masih beristirahat.

Imbauan Kewaspadaan dan Data yang Dinamis

Meski kekuatannya tergolong moderat dan belum menimbulkan dampak kerusakan, BMKG tetap mengimbau masyarakat setempat untuk tetap tenang namun waspada. Imbauan ini menyasar potensi terjadinya gempa susulan, yang meski biasanya lebih kecil, tetap perlu diantisipasi. Para ahli seismologi sering menekankan bahwa kewaspadaan dan pemahaman langkah evakuasi adalah kunci utama menghadapi aktivitas gempa.

Di sisi lain, BMKG juga menyertakan catatan penting mengenai sifat dinamis dari data pemantauan gempa bumi.

“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” ungkapnya.

Pernyataan ini merupakan bentuk kehati-hatian ilmiah yang lazim, mengingat proses analisis gempa dapat mengalami penyempurnaan seiring dengan bertambahnya data yang diterima dari berbagai stasiun pemantau. Dengan demikian, parameter seperti lokasi dan kedalaman episenter dapat mengalami revisi minor untuk akurasi yang lebih tinggi.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar