PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau seluruh calon jamaah haji untuk mempersiapkan kesehatan secara matang jelang keberangkatan ke Tanah Suci. Imbauan ini disampaikan menyusul data kesehatan jamaah yang menunjukkan sejumlah faktor risiko, seperti penyakit degeneratif dan usia lanjut, yang perlu diantisipasi agar ibadah dapat berjalan lancar.
Persiapan Fisik Kunci Keberhasilan Ibadah
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, menekankan bahwa ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima. Tantangan di lokasi ibadah, mulai dari perbedaan cuaca ekstrem, kepadatan jemaah, hingga padatnya rangkaian ritual, berpotensi memicu gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Mulai hari ini, lakukan aktivitas fisik, terutama jalan kaki, sesuai usia, terencana. Jangan lupa, obat yang harus diminum dipersiapkan, tahu kapan lelah dan beristirahat,” tuturnya, Kamis (9/4/2026).
Dia menambahkan, persiapan yang cermat sangat penting untuk menciptakan kelancaran dan kekhusyukan ibadah, sekaligus memastikan jamaah pulang ke tanah air dalam keadaan sehat.
Profil dan Risiko Kesehatan Calon Haji DKI
Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Jamaah Haji Indonesia (Siskohatkes) per 6 April 2026, tercatat 13.837 calon haji dari DKI Jakarta. Rinciannya terdiri dari 7.970 jamaah reguler, 5.645 jamaah khusus, 135 petugas, dan 87 calon yang kemungkinan berangkat tahun depan.
Dari sisi demografi, kelompok usia 51-60 tahun mendominasi dengan persentase 33%, sementara jamaah di atas 71 tahun mencapai 5%. Secara jenis kelamin, calon haji perempuan lebih banyak, yakni 7.615 orang (56%), dibandingkan laki-laki yang berjumlah 6.000 orang (44%).
Hasil pemeriksaan kesehatan mengungkap sejumlah penyakit terbanyak yang diderita calon jamaah. Gangguan metabolik lipid menempati urutan pertama (8.680 orang), disusul obesitas (5.762 orang), hipertensi (4.474 orang), dan diabetes (2.391 orang).
“Kondisi ini menjadi faktor risiko terhadap gangguan kesehatan di Tanah Suci,” jelas Puji.
Komitmen dan Strategi Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan kesehatan haji melalui serangkaian upaya, mulai dari pemeriksaan hingga edukasi intensif. Langkah-langkah ini dirancang berdasarkan lima pilar kebijakan kesehatan haji.
Kelima pilar tersebut meliputi pencapaian kondisi kesehatan yang memadai bagi jamaah, pengendalian faktor risiko, pemeliharaan kesehatan selama di Indonesia, perjalanan, dan di Arab Saudi. Selain itu, upaya juga difokuskan pada pencegahan transmisi penyakit menular serta optimalisasi peran serta masyarakat dalam mendukung kesehatan jamaah haji.
Artikel Terkait
BMKG Kendari Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa 11 Wilayah di Sultra
Liverpool Terkapar di Paris, Peluang Lolos di Anfield Jadi Tantangan Berat
UEA dan Sekutu Serukan Dialog Diplomatik Manfaatkan Gencatan Senjata AS-Iran
BGN Tegaskan Pengawasan Berlapis untuk Anggaran Program Makan Bergizi Gratis