UEA dan Sekutu Serukan Dialog Diplomatik Manfaatkan Gencatan Senjata AS-Iran

- Kamis, 09 April 2026 | 04:25 WIB
UEA dan Sekutu Serukan Dialog Diplomatik Manfaatkan Gencatan Senjata AS-Iran

PARADAPOS.COM - Uni Emirat Arab (UEA) bersama dengan sejumlah negara sahabat di kawasan Teluk dan Yordania menilai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sebagai peluang penting untuk membuka dialog diplomatik. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Rabu malam (8/4), menekankan harapan agar momentum ini dapat meredakan ketegangan dan mengarah pada solusi damai.

Seruan untuk Deeskalasi dan Dialog

Dalam paparannya, Duta Besar Aldhaheri secara tegas menyuarakan posisi kolektif negara-negara tersebut. Ia menegaskan bahwa jalan diplomasi adalah satu-satunya pilihan yang berkelanjutan untuk mencegah situasi yang lebih berbahaya.

“Kami terus menyerukan deeskalasi, gencatan senjata, serta penyelesaian melalui jalur diplomatik. Kami tidak ingin melihat eskalasi. Oleh karenanya, kami berharap ini menjadi momentum yang tepat untuk mendorong dialog,” tuturnya.

Memanfaatkan Masa Gencatan Senjata

Aldhaheri menjelaskan bahwa jangka waktu gencatan senjata yang telah disepakati, yaitu 14 hari ke depan, harus dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua belah pihak yang bertikai. Harapannya, periode tenang ini dapat menghasilkan kemajuan nyata yang berdampak luas.

“Kami berharap dalam dua pekan ke depan tercapai hasil positif yang mampu memperkuat stabilitas sekaligus membuka jalan menuju kemakmuran bagi negara-negara kami,” jelasnya.

Kekhawatiran atas Stabilitas Ekonomi Global

Di luar aspek keamanan, diplomat senior itu juga menyoroti dimensi ekonomi yang sangat krusial. Ia menggarisbawahi betapa vitalnya menjaga kelancaran perdagangan dan rantai pasok global, yang rentan terganggu oleh konflik di kawasan strategis seperti Teluk.

“Kami juga tidak ingin melihat adanya gangguan terhadap jalur perdagangan, rantai pasok, maupun kenaikan harga, karena kami tidak ingin melihat gangguan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dampak Nyata yang Sudah Terjadi

Aldhaheri tidak meromantisasi situasi; ia secara gamblang mengingatkan bahwa dampak konflik sudah dirasakan secara nyata oleh masyarakat biasa. Menurut penilaiannya, eskalasi hanya akan memperparah kerugian di berbagai bidang tanpa ada pihak yang benar-benar menang.

“Kita telah menyaksikan korban luka, korban jiwa, hilangnya mata pencaharian, serta masyarakat yang tertahan dan tidak dapat melakukan perjalanan. Kami ingin melihat adanya arah yang jelas menuju solusi, sehingga mobilitas dapat kembali normal dan komoditas serta kebutuhan lainnya dapat kembali didistribusikan ke wilayah tujuan,” tegasnya.

Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan mendalam negara-negara di kawasan, yang secara geografis dan ekonomi paling merasakan gejolak dari ketegangan antara Washington dan Teheran. Mereka mendorong sebuah resolusi yang tidak hanya menghentikan tembak-menembak, tetapi juga memulihkan fondasi stabilitas dan kemakmuran regional.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar