PARADAPOS.COM - Sebuah insiden yang hampir berujung pada tertukarnya bayi baru lahir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memicu sorotan terhadap prosedur keamanan di ruang perawatan. Peristiwa ini dialami oleh Nina Saleha, yang mengungkapkan kejadian tersebut melalui media sosial setelah bayinya yang sedang dirawat karena penyakit kuning hampir dibawa pulang oleh keluarga pasien lain. Manajemen RSHS telah menyampaikan permohonan maaf resmi dan menyatakan persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Kronologi Kejadian yang Mencemaskan
Nina Saleha menceritakan detik-detik mencemaskan itu terjadi pada Kamis, 9 April 2026, di kediamannya di Margaasih, Kabupaten Bandung. Saat itu, ia dan suaminya sempat meninggalkan ruang perawatan untuk makan setelah memandikan dan mengganti baju bayinya. Kekhawatiran mulai muncul karena mereka lama tidak dipanggil.
Ketika kembali, pemandangan yang tidak terduga langsung menyergapnya. Bayinya sudah berada dalam gendongan pasangan lain yang tampaknya hendak meninggalkan ruangan.
"Saya tahu itu anak saya karena ingat baju sama selimutnya. Pas saya lihat wajahnya, ternyata benar itu anak saya," tutur Nina.
Dengan sigap, ia pun segera menghampiri dan mencegah bayi tersebut dibawa pergi. Pengalaman singkat itu meninggalkan rasa kecewa yang mendalam dan memunculkan tanda tanya besar mengenai sistem pengawasan di fasilitas kesehatan ternama tersebut.
Latar Belakang Perawatan dan Respons Rumah Sakit
Bayi perempuan itu sebelumnya lahir di RS Unpad Jatinangor pada 1 April 2026 dan kemudian dirujuk ke RSHS untuk penanganan penyakit kuning. Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, rencananya bayi tersebut boleh pulang pada Rabu, 8 April 2026, sehari sebelum insiden hampir tertukar terjadi.
Menanggapi laporan yang viral, manajemen RSHS tidak berlama-lama memberikan respons. Mereka secara terbuka mengakui ketidaknyamanan yang dialami pasien dan keluarga.
"Manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin," jelas pihak rumah sakit dalam keterangan tertulisnya.
Komunikasi intensif langsung dilakukan dengan keluarga Nina, dan menurut pernyataan resmi, masalah berhasil diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan.
Komitmen Perbaikan Prosedur Keamanan
Di luar permintaan maaf, RSHS juga menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Insiden ini diakui sebagai momentum untuk memperketat protokol, terutama di unit perawatan yang rentan seperti ruang bayi.
"Pada prinsipnya, RSUP Dr. Hasan Sadikin akan selalu melakukan evaluasi dan peningkatan kemampuan dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkap pernyataan tersebut.
Janji untuk peningkatan berkelanjutan ini menjadi poin krusial dalam upaya memulihkan dan menjaga kepercayaan publik. Kasus ini mengingatkan betapa vitalnya sistem identifikasi dan pengawasan yang rigor di setiap tahap pelayanan, khususnya untuk pasien yang tidak mampu mengidentifikasi diri sendiri, seperti bayi baru lahir.
Artikel Terkait
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Kepercayaan Diri Tinggi
KPK Dalami Modus Penggunaan Nominee dalam Kasus Suap Bea Cukai
Menag Terapkan WFH Setiap Jumat bagi Seluruh ASN Kemenag Mulai 2026
TNI AU Peringati HUT ke-80 di Lanud Sultan Hasanuddin, Tekankan Peningkatan Profesionalisme