PARADAPOS.COM - Seorang anggota Polisi Pamong Praja (PJR) Polda Banten, Decky Zulkarnaen, dengan sigap menolong seorang balita berusia tiga tahun yang mengalami kejang di wilayahnya, Jumat (3/4/2026). Tindakan cepatnya memungkinkan anak bernama Natasya itu mendapatkan perawatan medis darurat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten, meski keluarganya hanya membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Insiden ini menggarisbawahi peran vital petugas lapangan dalam merespons situasi krisis warga.
Respons Cepat di Tengah Rutinitas
Suasana kantor PJR pada siang hari itu terbilang tenang, berlangsung seperti hari-hari biasa. Decky Zulkarnaen tengah berbincang dengan rekan sejawatnya ketika ketenangan itu tiba-tiba pecah. Seorang warga datang dengan langkah tergesa, raut wajahnya jelas menunjukkan kepanikan. Ia melaporkan sebuah keadaan darurat: seorang ibu membutuhkan pertolongan segera karena anaknya sedang kejang. Mendengar itu, Decky tak menunggu lebih lama. Ia segera bergerak meninggalkan kantor, mengabaikan segala rutinitas yang sedang berjalan.
Evakuasi Menuju Rumah Sakit
Dengan mengendarai mobil dinas, Decky menuju lokasi kejadian yang ternyata tidak jauh dari kantornya. Di tempat itu, ia menemui Menah, sang ibu, yang sedang dalam keadaan cemas sambil memeluk erat putrinya, Natasya. Kondisi balita itu memerlukan penanganan segera. Dengan tenang namun pasti, Decky mengajak ibu dan anak tersebut untuk segera masuk ke dalam kendaraan patroli. Sementara itu, rekan kerjanya yang lain telah lebih dulu mengambil inisiatif untuk menghubungi pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten, memastikan kesiapan tim medis menyambut kedatangan pasien kecil ini.
Decky kemudian mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. "Jadi waktu itu kita memang lagi piket, itu ada yang minta tolong, dikerumuni masyarakat, kemudian ada yang bilang, ada yang sakit anak kecil, tolong dibantu," tuturnya, Jumat (10/4/2026).
Penanganan Medis yang Tepat Waktu
Perjalanan singkat menuju rumah sakit terasa sangat mendesak, dipenuhi dengan harapan agar kondisi Natasya tidak bertambah parah. Begitu tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), gadis kecil itu langsung mendapat pemeriksaan dan perawatan intensif. Poin penting dalam insiden ini adalah proses administrasi yang tidak menghambat layanan kesehatan. Meski keluarga Natasya hanya dapat menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), hal itu tidak menjadi halangan. Tim medis tetap memberikan pelayanan yang diperlukan, termasuk pemberian obat penurun demam dan anti-kejang, sesuai dengan protokol penanganan darurat.
Kejadian ini bukan sekadar kisah pertolongan biasa, melainkan contoh nyata dari koordinasi dan respons cepat aparat di lapangan. Dalam situasi kritis kesehatan, setiap detik sangat berharga, dan tindakan Decky beserta rekan-rekannya telah mengamankan waktu yang krusial tersebut untuk keselamatan seorang anak.
Artikel Terkait
KPK Terima Undangan Polri untuk Koordinasi dan Supervisi Tiga Perkara Korupsi
Pemegang BRI Kartu Kredit Bisa Dapat Potongan Rp125.000 untuk Tiket Kereta dan Whoosh di tiket.com
Djokovic Tersingkir dari Wimbledon 2026 Usai Dikalahkan Sinner di Semifinal
Inggris Vs Norwegia: Tuchel Siapkan Strategi Khusus Meredam Haaland di Perempat Final Piala Dunia 2026