Polda Sumsel Renovasi 40 Rumah Warga Kurang Mampu Sambut Hari Bhayangkara

- Sabtu, 11 April 2026 | 00:50 WIB
Polda Sumsel Renovasi 40 Rumah Warga Kurang Mampu Sambut Hari Bhayangkara

PARADAPOS.COM - Polda Sumatra Selatan (Sumsel) meluncurkan aksi kemanusiaan dengan merenovasi 40 unit rumah warga kurang mampu di wilayah hukumnya. Program bedah rumah yang digelar serentak ini merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80, melibatkan sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga filantropi.

Fokus pada Peningkatan Kualitas Hunian

Inisiatif ini secara khusus ditujukan untuk meningkatkan standar kelayakan hunian. Tujuannya jelas: menciptakan tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak bagi keluarga penerima manfaat. Proses renovasi dilaksanakan dengan semangat gotong royong, melibatkan langsung personel kepolisian bersama elemen masyarakat setempat.

Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, menegaskan komitmen tersebut. Dalam keterangan tertulisnya di Palembang, Jumat (10 April 2026), ia menjelaskan landasan dari kegiatan ini.

"Kegiatan Bakti Sosial ini bertujuan membantu meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali. Dengan melibatkan personel kepolisian, stakeholders, dan dukungan masyarakat sekitar, proses renovasi dilakukan secara gotong royong," jelasnya.

Dimulai dari Lorong Beringin

Secara simbolis, program ini dimulai dari Lorong Beringin, Kelurahan 13 Ulu. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan. Rumah yang direnovasi merupakan kediaman Indra Irmawan, seorang warga yang kehilangan tempat tinggalnya akibat musibah kebakaran pada malam takbiran sebelumnya. Pemilihan lokasi ini menunjukkan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan mendesak di lapangan.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Dampak Berkelanjutan

Polda Sumsel tidak bekerja sendirian. Guna memastikan program berjalan efektif, terjalin kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta tokoh masyarakat. Sinergi semacam ini diharapkan dapat memperluas dampak positif, tidak hanya pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga dalam memperkuat hubungan emosional antara institusi kepolisian dan warga.

Lebih dari sekadar proyek satu kali, Kapolda Sandi Nugroho menekankan bahwa program ini dirancang untuk berkelanjutan. Hal ini diungkapkannya sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat.

"Program bedah rumah akan dilaksanakan berkesinambungan, tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga bentuk kolaborasi yang dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat," tegas Sandi.

Memulihkan Semangat Gotong Royong

Di balik aktivitas fisik merenovasi rumah, terdapat nilai sosial yang ingin dikembalikan. Keikutsertaan personel polisi dalam proses gotong royong bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian di lingkungan sekitar. Dengan pendekatan ini, aksi sosial diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi kesehatan dan keamanan keluarga yang dibantu, tetapi juga bagi ikatan sosial komunitas secara keseluruhan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar