Dua Nelayan Karimun Hanyut ke Malaysia Berhasil Diselamatkan Tim Gabungan

- Minggu, 12 April 2026 | 16:50 WIB
Dua Nelayan Karimun Hanyut ke Malaysia Berhasil Diselamatkan Tim Gabungan

PARADAPOS.COM - Tim gabungan penyelamat berhasil mengevakuasi dua nelayan asal Karimun yang hanyut hingga ke perairan Malaysia setelah kapal mereka mengalami kerusakan mesin di tengah cuaca buruk. Kedua korban, Supianto dan Zulkifli, ditemukan dalam kondisi selamat dan telah kembali ke pangkuan keluarga.

Kerusakan Mesin di Tengah Cuaca Buruk

Insiden yang berujung pada operasi penyelamatan lintas negara ini bermula pada Sabtu malam, 11 April 2026. Saat itu, kapal nelayan yang ditumpangi Supianto dan Zulkifli mengalami gangguan mesin di perairan Tokong Hiu, Kabupaten Karimun. Cuaca saat itu dilaporkan buruk dengan hujan deras, memperparah situasi.

Akibat kerusakan tersebut, kapal kehilangan kendali dan terbawa arus kuat. Tanpa daya, perahu itu terombang-ambing hingga menempuh jarak yang cukup jauh, melintasi batas wilayah perairan.

“Kapal mengalami kerusakan mesin saat cuaca buruk dan hujan deras, sehingga kehilangan kendali dan terbawa arus hingga masuk ke wilayah Malaysia,” jelas Fazzli, Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, pada Minggu (12/4/2026).

Laporan dan Koordinasi Lintas Batas

Informasi mengenai kedua nelayan yang hilang pertama kali diterima Tim SAR dari Polair Polres Karimun pada hari Minggu. Laporan itu disampaikan berdasarkan keterangan Ketua Nelayan KUB Selayang Laut, Wito. Dari data yang terkumpul, kapal tersebut telah hanyut sejauh kurang lebih 20,73 mil laut hingga mencapai perairan Kukup, Malaysia.

Menyadari kompleksitas operasi yang melibatkan yurisdiksi negara lain, Pos SAR Tanjung Balai Karimun segera menggerakkan mekanisme koordinasi. Mereka menjalin komunikasi tidak hanya dengan instansi dalam negeri seperti Polair Karimun, tetapi juga dengan Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Johor di Malaysia.

“Koordinasi lintas negara sangat penting untuk mendapatkan izin evakuasi korban yang berada di wilayah perairan Malaysia,” lanjut Fazzli menekankan prosedur standar dalam operasi semacam ini.

Operasi Evakuasi yang Tepat Waktu

Berdasarkan koordinasi yang telah dibangun, tim penyelamat akhirnya diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 17.00 WIB. Mereka menggunakan speedboat milik Polair Karimun untuk menembus lautan. Upaya yang dipadu dengan diplomasi lintas batas itu membuahkan hasil.

Tim berhasil menjangkau posisi kedua nelayan yang sedang terombang-ambing pada pukul 18.53 WIB. Proses evakuasi segera dilakukan di tempat.

“Berkat komunikasi dan diplomasi yang baik, tim dapat merapat ke posisi korban dan segera melakukan proses penyelamatan,” ungkap Fazzli mengenai momen krusial tersebut.

Korban Selamat dan Kembali ke Keluarga

Seluruh proses evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 19.55 WIB. Kedua nelayan lalu dibawa pulang ke Indonesia. Kapal penyelamat beserta korban akhirnya mendarat dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sekitar pukul 20.15 WIB.

Kedua nelayan, Supianto dan Zulkifli, langsung diserahkan kepada keluarga yang telah menunggu. Kondisi mereka dilaporkan stabil meski telah melalui pengalaman mengerikan di laut lepas.

“Rombongan tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun pukul 20.15 WIB dan korban langsung diserahkan kepada keluarga dalam kondisi stabil,” ucapnya melaporkan akhir dari misi tersebut.

Setelah melakukan pemaparan akhir atau debriefing sekitar pukul 21.00 WIB, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup. Operasi yang melibatkan kerjasama erat antar lembaga dan bahkan antar negara ini pun berakhir dengan akhir yang baik, menyelamatkan dua nyawa di tengah tantangan cuaca dan batas teritorial.

“Seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing, dan operasi SAR ditutup dengan hasil kedua korban berhasil diselamatkan,” pungkas Fazzli menutup laporannya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar