PARADAPOS.COM - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Selatan membatasi aktivitas pelayaran kapal nelayan besar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Meski demikian, pasokan ikan untuk masyarakat di Banjarmasin dan sekitarnya dipastikan tetap aman berkat cadangan stok di fasilitas penyimpanan dingin (cold storage). Kondisi ini juga menjaga harga berbagai jenis ikan di pasar relatif stabil, tanpa gejolak yang berarti.
Pembatasan Operasi Nelayan demi Keselamatan
Gelombang tinggi dan cuaca buruk telah memaksa otoritas pelabuhan untuk lebih berhati-hati. Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal-kapal nelayan besar sengaja tidak diterbitkan jika prakiraan cuaca dinilai membahayakan keselamatan awak kapal dan kapal itu sendiri. Kebijakan ini, meski membatasi jumlah kapal yang melaut, merupakan langkah standar prosedur keselamatan yang lazim diterapkan di berbagai pelabuhan perikanan ketika menghadapi kondisi alam yang tidak bersahabat.
Peran Vital Cold Storage Jaga Stok dan Harga
Di balik pembatasan operasi penangkapan, teknologi cold storage menjadi penopang utama ketersediaan ikan. Fasilitas ini memungkinkan hasil tangkapan sebelumnya disimpan dalam kondisi prima, siap didistribusikan kapan pun dibutuhkan. Saat ini, kapasitas penyimpanan dingin di pelabuhan tersebut mencapai 335 ton.
Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Ahmad Jaki, menegaskan bahwa stok yang ada cukup memadai. "Stok ikan yang ada di pelabuhan perikanan ini cukup untuk melayani masyarakat sekitar, khususnya Kota Banjarmasin. Perkiraan stok ikan saat ini di cold storage berkisar sekitar 335 ton, sedangkan untuk ikan yang ada di pelabuhan perikanan Banjarmasin harga masih relatif stabil," jelasnya pada Senin (13 April 2026).
Stabilitas Harga dan Efisiensi Distribusi
Berkat sistem penyimpanan dingin yang andal, harga ikan di pelabuhan terpantau tidak mengalami lonjakan. Ikan peda dijual sekitar Rp33.000 per kilogram, sementara tenggiri di harga Rp70.000. Untuk ikan teri, harganya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp34.000, dan ikan bawal antara Rp33.000 hingga Rp37.000. Stabilitas ini memberikan kepastian bagi kedua belah pihak, baik pedagang maupun konsumen.
Teknologi ini tidak hanya sekadar menjaga stok. Ikan yang dibekukan dengan metode cold storage dapat mempertahankan nutrisi dan kualitasnya hingga 6-12 bulan. Dari sisi logistik, ikan beku juga jauh lebih efisien untuk didistribusikan ke berbagai daerah, bahkan hingga lintas provinsi. Penggunaan es yang lebih sedikit selama pengiriman turut membantu menekan biaya operasional, sehingga harga di tingkat konsumen akhir pun dapat lebih terjaga.
Artikel Terkait
Jenazah Guru Honorer di Puncak Jaya Dievakuasi Aparat Lewat Medan Longsor
Program Makan Bergizi Lombok Tengah Dongkrak Perekonomian Peternak Lokal
KPK dan Forum Sineas Banua Gelar Festival Film Antikorupsi untuk Generasi Muda di Kalsel
Pemerintah Targetkan Koperasi Desa Serap 1,4 Juta Pekerja dari Penerima PKH