Jenazah Guru Honorer di Puncak Jaya Dievakuasi Aparat Lewat Medan Longsor

- Senin, 13 April 2026 | 16:25 WIB
Jenazah Guru Honorer di Puncak Jaya Dievakuasi Aparat Lewat Medan Longsor

PARADAPOS.COM - Seorang guru honorer di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, akhirnya dapat dimakamkan di kampung halamannya setelah jenazahnya dievakuasi oleh aparat gabungan TNI dan Polri. Evakuasi kemanusiaan ini dilakukan pada Senin, 13 April 2026, menyusul meninggalnya warga bernama Woe Wea (48) di RSUD Mulia akibat sakit. Proses penjemputan yang menantang dilaksanakan dari Distrik Kalome yang terdampak longsor menuju Kampung Nioga, dengan melibatkan tenaga kesehatan dan berbagai unit keamanan.

Operasi Kemanusiaan di Medan Berat

Medan yang sulit tidak menyurutkan niat aparat untuk memenuhi panggilan tugas kemanusiaan. Kegiatan ini merupakan hasil koordinasi erat antara Polsek Ilu, Koramil 1714-01/Ilu, Satgas 136/TS, dan tenaga medis dari Puskesmas Ilu. Mereka bersinergi untuk memastikan jenazah Almarhum Woe Wea, yang mengabdi sebagai guru di SMP Negeri 2 Nioga, dapat dipulangkan ke keluarganya dengan layak.

Untuk menempuh rute yang dilaporkan terdampak longsor, tim gabungan memanfaatkan tiga armada berbeda: ambulans Puskesmas Ilu, kendaraan dinas Polsek Ilu, dan kendaraan operasional Satgas. Penggunaan multi-kendaraan ini menunjukkan adaptasi logistik yang diperlukan untuk mengatasi kondisi jalan di wilayah pegunungan Papua yang seringkali ekstrem.

Penyerahan ke Keluarga dan Apresiasi

Setelah melalui perjalanan yang berhati-hati, jenazah akhirnya tiba dengan selamat di rumah duka di Kampung Nioga. Kepulangan ini memberikan kesempatan bagi keluarga untuk mengucapkan perpisahan terakhir dan menyelenggarakan prosesi pemakaman sesuai dengan tradisi adat dan keyakinan agama yang dianut.

Rasa terima kasih yang mendalam disampaikan oleh keluarga almarhum atas bantuan yang diberikan. Bagi mereka, keterlibatan aparat dalam situasi duka ini bukan sekadar prosedur, tetapi wujud nyata keberpihakan di tengah keterbatasan akses dan infrastruktur.

Pengabdian di Tengah Masyarakat

Menanggapi hal tersebut, Fransiskus yang mewakili personel gabungan menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian integral dari tanggung jawab mereka. Ia menekankan bahwa keberadaan TNI dan Polri selalu beriringan dengan kebutuhan warga, khususnya dalam momen-momen sulit.

"Inilah tugas kami, TNI dan Polri yang selalu ada bersama-sama dengan masyarakat," ujarnya.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi filosofi pengabdian yang sering menjadi pedoman operasi di daerah pedalaman, di mana batas antara tugas resmi dan panggilan kemanusiaan kerap menyatu. Kejadian ini kembali mengingatkan kompleksitas pelayanan publik di daerah tertinggal, di mana solidaritas dan gotong royong menjadi kunci penanganan situasi darurat.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar