PARADAPOS.COM - Seorang ibu di Bandung, Nina Saleha, mengaku nyaris kehilangan bayinya yang baru lahir dalam sebuah kejadian menegangkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Peristiwa yang terjadi pada 1 April 2026 itu bermula ketika Nina dan suami, usai makan, kembali ke ruang perawatan untuk menjemput anak mereka. Alih-alih menemukan bayinya di inkubator, Nina justru melihat seorang wanita yang baru dikenalnya di ruang tunggu tengah menggendong seorang bayi dan bersiap pergi. Selimut dan pakaian bayi itu sangat mirip dengan milik anaknya.
Momen Mencekam di Ruang Perawatan
Dengan perasaan was-was, Nina segera memeriksa inkubator tempat anaknya dirawat. Ruang itu kosong. Jantungnya berdebar kencang. Tanpa buang waktu, dia menghampiri wanita berinisial W tersebut untuk memastikan identitas bayi yang digendong. Ternyata benar, itu adalah anak kandungnya sendiri. Dalam suasana panik dan bingung, Nina langsung menanyai W, suster, dan petugas rumah sakit yang ada di sana. Pertanyaan besarnya: mengapa bayinya bisa diberikan kepada orang asing?
Jawaban yang diberikan pihak rumah sakit, menurut penuturan Nina, terdengar tidak masuk akal dan justru memperkuat kecurigaannya. Dia meyakini, hanya selisih waktu beberapa menit saja yang mencegah upaya penculikan itu berhasil.
"Kalau dugaan saya, anak saya mau diculik," tutur Nina dalam sebuah podcast.
Percakapan Mencurigakan dan Transfer Uang
Kecurigaan Nina tidak hanya muncul dari tindakan W yang mengambil bayinya. Sebelum kejadian, saat menunggu di ruang tunggu, Nina sempat mendengar percakapan antara W dan suaminya yang menambah rasa tidak nyamannya. Suami W terlihat sedang mengetik di ponsel sebelum mengatakan sesuatu yang membuatnya bergidik.
"Suaminya bilang sudah ditransfer ya. Nggak tahu transfer untuk apa, cuma jadi parno," ungkapnya.
Pernyataan tentang transfer uang itu, yang terjadi di area publik rumah sakit, semakin menguatkan anggapannya bahwa ada niat jahat yang terencana di balik insiden ini. Kombinasi antara bayi yang nyaris dibawa keluar, alasan yang tidak jelas dari petugas, dan percakapan terkait transaksi finansial menciptakan narasi yang mencemaskan bagi orang tua manapun.
Kejadian ini menyisakan pertanyaan besar tentang protokol keamanan di ruang perawatan bayi baru lahir. Nina Saleha dan keluarganya tentu saja merasa sangat beruntung dapat mencegah hal yang lebih buruk, namun pengalaman traumatis ini menyoroti pentingnya kewaspadaan ekstra dan sistem pengawasan yang ketat di fasilitas kesehatan.
Artikel Terkait
Progres Koperasi Desa Merah Putih Lombok Tengah Capai 54%, 19 Desa Masih Terkendala
Universitas Papua Gelar Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026 untuk Calon Penerima
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Kemlu RI Evakuasi 45 WNI dari Iran, 236 Masih Tersisa