PARADAPOS.COM - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo pada 2026. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, sebagai bentuk penjagaan stabilitas harga sesuai arahan presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Harga
Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 16 April 2026, Menteri Bahlil menegaskan kesepakatan di internal pemerintah untuk mempertahankan harga BBM subsidi. Pernyataan ini menepis berbagai spekulasi dan kekhawatiran masyarakat mengenai potensi penyesuaian harga di tengah dinamika ekonomi global yang kerap bergejolak.
Dengan nada tegas, Bahlil menyampaikan keputusan final pemerintah.
"Kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan, sampai dengan akhir tahun, insyaallah sampai selama-lamanya," tuturnya di hadapan para wartawan.
Mengawal Arahan Kepemimpinan Baru
Kebijakan ini tidak hanya menjadi bagian dari program kerja pemerintah saat ini, tetapi juga merupakan komitmen yang akan dilanjutkan dan dijaga sesuai mandat dari kepemimpinan mendatang. Penegasan Menteri Bahlil ini memperlihatkan koordinasi dan kesinambungan kebijakan energi antara pemerintahan saat ini dengan presiden terpilih, dengan tujuan utama melindungi daya beli masyarakat.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk memberikan kepastian dan meredam tekanan inflasi, mengingat BBM subsidi menyentuh hajat hidup orang banyak dan langsung memengaruhi biaya hidup serta aktivitas perekonomian di tingkat akar rumput.
Artikel Terkait
Cedera Achilles Paksa Hugo Ekitike Absen Hingga Akhir Musim dan Gagal Tampil di Piala Dunia
Guru Besar Usul Reformasi Hukum Kepailitan Fokus pada Restrukturisasi, Bukan Likuidasi
Menteri Fadli Zon Sambut Ketua BPI Terpilih, Bahas Penguatan Film Nasional
717 Calon Haji Banjarmasin Dilepas, Berangkat ke Tanah Suci 23 April