PARADAPOS.COM - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga April 2026, progres fisik secara keseluruhan telah mencapai 54 persen, dengan 71 dari total 150 desa di wilayah itu telah memulai pembangunannya. Kendala seperti keterbatasan lahan dan administrasi masih menghambat 19 desa, terutama desa-desa hasil pemekaran, untuk memulai proyek serupa.
Target Penyelesaian dan Tantangan di Lapangan
Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah menargetkan agar seluruh desa dapat menyelesaikan pembangunan koperasi ini dalam tahun berjalan. Meski angka capaian terlihat menggembirakan, implementasi di lapangan ternyata tidak selalu mulus. Beberapa lokasi mengalami kendala teknis yang mengharuskan penyesuaian di tengah proses.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, Muhammad Ikhsan, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kondisi saat ini.
"Dari 150 desa, sebanyak 71 desa sudah membangun Koperasi Desa Merah Putih. Sementara 19 desa belum bisa membangun karena terkendala lahan dan administrasi, yang sebagian besar merupakan desa pemekaran," ungkapnya pada Kamis, 16 April 2026.
Kisah dari Desa Segala Anyar: Pembongkaran dan Pembangunan Kembali
Pengalaman di Desa Segala Anyar menjadi contoh nyata dinamika pembangunan ini. Kepala Desa setempat, Ahmad Zaeni, mengungkapkan bahwa progres di wilayahnya masih berkisar 20 persen. Proyek sempat berjalan hingga tahap pengerjaan tembok, namun harus dibongkar karena tidak memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Saat ini, proses pembangunan sedang dilakukan kembali dari awal untuk memastikan kualitas dan kesesuaian dengan standar.
Ahmad Zaeni juga memaparkan harapannya terhadap fungsi koperasi nantinya, yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan riil masyarakat.
"Pembangunan sempat berjalan hingga tahap tembok, namun harus dibongkar karena tidak sesuai spesifikasi, sehingga kini dibangun kembali," jelasnya. "Kami berharap koperasi ini bisa memenuhi kebutuhan warga, terutama pupuk, karena sebagian besar masyarakat di desa kami adalah petani," lanjut Zaeni menegaskan.
Fungsi Strategis dan Harapan ke Depan
Harapan yang disampaikan oleh Kepala Desa Segala Anyar tersebut merefleksikan fungsi strategis yang diemban oleh Koperasi Desa Merah Putih. Keberadaannya tidak sekadar sebagai bangunan fisik, tetapi diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama. Ketersediaan pupuk yang terjangkau dan tepat waktu menjadi salah satu indikator kesuksesan koperasi ini dalam menggerakkan perekonomian desa.
Dengan demikian, percepatan pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan penyiapan manajemen dan program kerja yang matang. Tujuannya agar begitu bangunan berdiri, koperasi dapat langsung beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.
Artikel Terkait
Mobil Damkar Cianjur Terguling Saat Menuju Lokasi Kebakaran, Tiga Petugas Luka
Buron 6 Bulan, Kurir 58 Kg Sabu Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Riau
Petugas PPSU Tewas Tertabrak Mobil Saat Menyapu Jalan di Pejaten Barat
Negosiasi AS-Iran Gagal, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz