Tim Gabungan TNI Evakuasi 8 Jenazah Korban Helikopter Jatuh di Sekadau

- Sabtu, 18 April 2026 | 03:50 WIB
Tim Gabungan TNI Evakuasi 8 Jenazah Korban Helikopter Jatuh di Sekadau

PARADAPOS.COM - Tim gabungan TNI berhasil mengevakuasi delapan jenazah korban kecelakaan helikopter di pedalaman Kalimantan Barat setelah operasi pencarian intensif di medan yang berat. Helikopter Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX jatuh di kawasan perbukitan Kabupaten Sekadau pada Jumat, 17 April 2026, dan proses evakuasi manual memakan waktu lebih dari enam jam akibat kondisi geografis yang sulit.

Operasi Gabungan di Medan Terjal

Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan ratusan personel dari berbagai satuan, termasuk Poskotis Korem 121, Yonif TP 833/BD, Yonif 642/Kps, dan Kodim 1204/Sanggau. Mereka bergerak secara terpadu untuk mendukung operasi SAR di hutan yang sulit dijangkau. Untuk mendukung mobilitas dan mempercepat proses, TNI Angkatan Udara juga mengerahkan satu unit helikopter Super Puma.

Komitmen penuh TNI dalam misi kemanusiaan ini ditegaskan oleh Asops Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap.

"Atas perintah Pangdam XII/Tpr serta hasil koordinasi dengan Tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu pelaksanaan pencarian secara maksimal," jelasnya melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 18 April 2026.

Lokasi Ditemukan dan Proses Evakuasi Manual

Upaya pencarian yang melelahkan akhirnya membuahkan hasil. Tim dari Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan berhasil menemukan titik jatuh pesawat di wilayah perbukitan. Proses evakuasi jenazah dimulai pada Jumat dini hari, pukul 00.04 WIB, dari Bukit Puntak, Dusun Gandis, menuju posko SAR di Gereja Katolik Santo Yohannes.

Sebanyak delapan jenazah, terdiri dari dua kru dan enam penumpang, harus dievakuasi menggunakan kantong jenazah dengan cara dipikul secara manual. Rute yang dilalui adalah hutan dan perbukitan terjal, sebuah tugas yang memerlukan tenaga ekstra dan ketahanan fisik tinggi dari seluruh personel.

Korban Dibawa ke Pontianak, Penyebab Masih Diselidiki

Pada pukul 06.30 WIB, seluruh jenazah beserta barang bukti, termasuk kotak hitam atau black box, telah tiba di posko. Selanjutnya, jenazah dan bukti penting tersebut dibawa menggunakan delapan unit ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak untuk identifikasi lebih lanjut.

Secara keseluruhan, proses evakuasi dari titik kecelakaan memakan waktu sekitar 6,5 jam. Keterlambatan ini terutama disebabkan oleh medan yang ekstrem dan ketiadaan akses untuk kendaraan roda empat. Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi yang akan menganalisis data dari black box.

TNI menegaskan bahwa sinergi dengan semua unsur terkait dan komitmen pada operasi kemanusiaan akan terus dioptimalkan. Langkah ini penting tidak hanya untuk penanganan pascabencana, tetapi juga untuk memastikan kesiapan dan keselamatan dalam setiap misi pencarian dan pertolongan di masa depan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar