PARADAPOS.COM - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) baru saja merilis pembaruan peringkat negara-negara anggotanya, memberikan gambaran terkini peta persaingan sepak bola global. Di kawasan Asia Tenggara, pergerakan posisi tidak menunjukkan perubahan drastis, meski ada dinamika menarik yang patut dicermati, terutama bagi Tim Nasional Indonesia.
Posisi Indonesia di Peringkat Dunia
Dalam daftar terbaru yang dirilis setelah jeda pertandingan internasional, Timnas Indonesia bertahan di peringkat ke-122 dunia. Posisi ini relatif stabil meski skuad Garuda baru saja menjalani dua pertandingan dalam FIFA Series 2026. Perolehan poin dari dua laga itu hanya menambah sedikit ke total akumulasi mereka.
Tim asuhan pelatih John Herdman sempat menunjukkan performa gemilang dengan menekuk Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0. Sayangnya, momentum positif itu tidak berlanjut. Dalam laga berikutnya, Indonesia harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1.
Perolehan Poin dan Posisi di ASEAN
Dari dua pertandingan tersebut, Indonesia hanya memperoleh tambahan 0,15 poin ranking FIFA. Total akumulasi mereka kini berada di angka 1.144,88. Meski pergerakannya kecil, capaian ini cukup untuk menjaga posisi Indonesia di papan tengah klasemen global.
Di tingkat regional Asia Tenggara, situasi hierarki masih belum bergeser. Indonesia tetap kokoh bercokol di posisi tiga besar, terus berada di belakang dan mengejar dua rival tradisionalnya, Thailand dan Vietnam. Jarak poin antar ketiga tim ini masih terbilang ketat, menjadikan persaingan di puncak klasemen ASEAN semakin menarik untuk diikuti.
Dengan kalender pertandingan yang akan kembali padat, perjalanan Timnas Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing terdekatnya masih panjang. Setiap hasil, baik kemenangan maupun kekalahan, akan berdampak signifikan pada pergerakan peringkat mereka di bulan-bulan mendatang.
Artikel Terkait
Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Kepala Dinas ESDM Jatim Gantikan Pejabat Tersangka
Iran Kembali Berlakukan Kendali Ketat di Selat Hormuz Usai AS Tolak Cabut Blokade
Pemerintah Tunda Suntik Mati Pabrik Pupuk Tua, Manfaatkan Peluang Ekspor di Tengah Lonjakan Harga Global
JK Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Klarifikasi Penggunaan Istilah Syahid dalam Ceramah di UGM