Delapan Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Berhasil Dievakuasi Setelah Operasi 6,5 Jam

- Sabtu, 18 April 2026 | 13:00 WIB
Delapan Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Berhasil Dievakuasi Setelah Operasi 6,5 Jam

PARADAPOS.COM - Operasi pencarian dan evakuasi delapan korban helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah perbukitan Sekadau, Kalimantan Barat, akhirnya berhasil diselesaikan. Upaya yang melibatkan ratusan personel TNI dari berbagai kesatuan itu memakan waktu sekitar 6,5 jam, menghadapi tantangan medan hutan yang sulit dan akses terbatas. Seluruh jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit untuk identifikasi lebih lanjut.

Sinergi Pasukan di Medan Sulit

Operasi gabungan ini melibatkan satuan-satuan terlatih TNI, termasuk Poskotis Korem 121/Alambhana Wanawai, Yonif TP 833/BD, Yonif 642/Kps, serta Kodim 1204/Sanggau. Mereka bergerak secara terpadu menyisir lokasi kecelakaan yang berada di kawasan terpencil. Untuk mempercepat mobilitas dan dukungan logistik, TNI Angkatan Udara juga mengerahkan satu unit helikopter Super Puma.

Komitmen TNI dalam misi kemanusiaan ini ditegaskan oleh pimpinan operasi. Kolonel Inf Ahmad Daud Harahap, selaku Asops Kasdam XII/Tpr, menjelaskan bahwa pengerahan pasukan merupakan bentuk dukungan penuh terhadap upaya SAR.

"Atas perintah Pangdam XII/Tpr serta hasil koordinasi dengan tim SAR gabungan, jajaran telah diarahkan untuk membantu pelaksanaan pencarian secara maksimal," tuturnya kepada wartawan pada Sabtu (18/4/2026).

Lokasi Ditemukan dan Proses Evakuasi Berat

Momen krusial terjadi pada Kamis (18/4) malam, ketika tim dari Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan berhasil menemukan titik jatuhnya helikopter di kawasan perbukitan. Titik lokasi di Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang itu segera menjadi fokus evakuasi yang dimulai pada Jumat (17/4) dini hari.

Proses pengangkatan jenazah dari lokasi ke posko SAR di Gereja Katolik Santo Yohannes, Dusun Gandis, dilakukan dengan cara dipikul secara manual. Delapan jenazah yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang dibawa menggunakan kantong jenazah melalui jalur hutan dan perbukitan yang curam. Medan ekstrem inilah yang menyebabkan proses evakuasi memerlukan waktu yang tidak singkat.

Korban Dibawa ke Rumah Sakit

Setelah perjalanan berat selama kurang lebih 6,5 jam, seluruh jenazah beserta barang bukti, termasuk black box pesawat, akhirnya tiba di posko pada pukul 06.30 WIB. Dari sana, korban kemudian dipindahkan menggunakan delapan unit ambulans untuk dibawa menuju RS Bhayangkara Pontianak guna proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kolonel Ahmad kembali menegaskan prinsip TNI dalam penanganan insiden ini. Ia menyatakan bahwa institusinya akan terus berkomitmen penuh pada setiap operasi kemanusiaan.

"TNI berkomitmen untuk terus mendukung setiap operasi kemanusiaan secara optimal, termasuk dalam proses evakuasi dan penanganan lanjutan pascakejadian, serta memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait guna memastikan keselamatan masyarakat dan keberhasilan setiap misi pencarian dan pertolongan," jelasnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar