PARADAPOS.COM - PT Pertamina (Persero) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih tangguh dan naik kelas di tengah tantangan ekonomi global. Hal ini disampaikan dalam Webinar Kartini 2026 yang digelar melalui program Rumah BUMN pada Sabtu, 25 April 2026, dengan tema “Peningkatan Daya Saing, Inovasi, dan Akses Pasar untuk UMKM”. Acara yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM dari berbagai daerah ini menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk VP CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto dan Founder Kebab Turki Baba Rafi, Nilamsari Sahadewa.
Tekanan Biaya Produksi dan Dorongan Inovasi
Rudi Ariffianto menyoroti dampak kenaikan biaya produksi yang mempengaruhi daya jual produk UMKM. Meskipun indikator ekonomi nasional menunjukkan kondisi yang cukup baik, ia menekankan perlunya inovasi dan kegigihan.
“Indikator ekonomi kita menunjukkan kondisi yang cukup baik. Ketahanan yang kuat harus diiringi dengan inovasi dan kegigihan agar UMKM mampu membuka peluang pasar baru dan terus meningkatkan daya saingnya,” ujar Rudi dalam keterangan tertulisnya.
Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa ketahanan ekonomi makro belum sepenuhnya menjamin kelancaran usaha di tingkat mikro. Para pelaku UMKM, menurutnya, harus mampu beradaptasi dengan cepat.
Kisah Sukses dari Gerobak ke Pasar Global
Sesi webinar kali ini terasa lebih hidup dengan hadirnya Nilamsari Sahadewa, Founder Kebab Turki Baba Rafi. Ia membagikan pengalaman membangun bisnis dari skala gerobak hingga menembus pasar internasional. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya fondasi bisnis yang kuat, termasuk strategi membangun merek dan cara menghadapi krisis.
Kebab Turki Baba Rafi menjadi contoh nyata bagaimana UMKM Indonesia mampu bersaing di panggung global. Kisah perjalanan bisnisnya memberikan gambaran bahwa skala kecil bukanlah halangan untuk meraih pasar yang lebih luas.
Komitmen Pertamina dalam Pendampingan UMKM
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menjelaskan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan dampak berkelanjutan. Pertamina berkomitmen mendampingi UMKM agar lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing.
“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan, inovasi, dan ketangguhan harus terus hidup dalam diri pelaku UMKM Indonesia untuk melangkah lebih jauh dan membawa produk lokal ke panggung dunia,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan semangat tersebut dengan isu efisiensi energi. Baron mengungkapkan bahwa di tengah tekanan biaya dan dinamika global, bijak dalam menggunakan energi menjadi kunci daya saing.
“Dengan langkah ini, UMKM tak hanya bertahan, tapi melaju lebih kuat sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional,” ungkap Baron.
Data Capaian dan Dampak Nyata
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Pertamina telah membina 15.884 UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.323 UMKM telah mendapatkan sertifikasi, 267 pelatihan telah digelar, dan 179 pameran lokal diikuti oleh UMKM binaan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi terukur dan berkelanjutan.
Webinar Kartini 2026 menjadi salah satu wadah untuk memperkuat ekosistem UMKM. Dengan menghadirkan praktisi sukses dan dukungan korporasi, diharapkan para pelaku usaha kecil bisa terus bertumbuh di tengah persaingan yang kian ketat.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Seram Bagian Timur, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Iran Eksekusi Mati Pria yang Dituduh Jadi Agen Mossad di Tengah Gelombang Unjuk Rasa
Tancredo Neves Meninggal Sebelum Dilantik, Brasil Kehilangan Presiden Sipil Pertama Era Demokrasi
Kasus Kematian Anjing Milik Melanie Subono Mandek Sembilan Tahun, Kejaksaan Didorong Segera Tuntaskan Berkas