Iran Eksekusi Mati Pria yang Dituduh Jadi Agen Mossad di Tengah Gelombang Unjuk Rasa

- Sabtu, 25 April 2026 | 10:50 WIB
Iran Eksekusi Mati Pria yang Dituduh Jadi Agen Mossad di Tengah Gelombang Unjuk Rasa
PARADAPOS.COM - Otoritas kehakiman Iran, pada Sabtu (25/4) waktu setempat, mengeksekusi mati seorang pria bernama Erfan Kiani yang dituduh menjalankan misi untuk badan intelijen Israel, Mossad, di tengah gelombang unjuk rasa yang meluas pada Januari lalu. Eksekusi ini menjadi yang terbaru dari serangkaian hukuman mati yang meningkat sejak konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Informasi ini disampaikan oleh situs web resmi kehakiman Iran, Mizan Online, sebagaimana dilansir AFP.

Identitas dan Tuduhan Terhadap Terpidana

Mizan Online mengidentifikasi pria yang dieksekusi sebagai Erfan Kiani. Dalam laporannya, Kiani digambarkan sebagai salah satu “agen utama” yang ditugaskan oleh Mossad selama kerusuhan di Provinsi Isfahan, Iran bagian tengah, pada awal tahun ini. Otoritas kehakiman Iran menuduh Kiani melakukan serangkaian tindakan kriminal. “Perusakan properti publik dan swasta, pembakaran, kepemilikan dan penggunaan bom molotov, membawa senjata tajam, memblokir jalur kendaraan, menyerang petugas, dan menciptakan ketakutan dan kepanikan di antara warga,” demikian bunyi tuduhan yang dikutip dari Mizan Online.

Proses Hukum dan Eksekusi

Menurut laporan Mizan Online, vonis mati terhadap Kiani telah dijatuhkan dan kemudian diperkuat oleh Mahkamah Agung Iran. Eksekusi dengan cara digantung dilaksanakan pada hari Sabtu (25/4) waktu setempat. Suasana di sekitar lokasi eksekusi tidak dijelaskan secara rinci, namun keputusan ini jelas menambah daftar panjang hukuman mati di negara tersebut.

Konteks Eksekusi Sebelumnya

Eksekusi terhadap Kiani terjadi hanya dua hari setelah hukuman gantung pada Kamis (23/4) terhadap seorang pria lainnya. Pria tersebut dihukum mati karena terbukti menjadi anggota kelompok oposisi terlarang. Rangkaian eksekusi ini menunjukkan peningkatan tekanan hukum di Iran sejak pecahnya perang melawan AS dan Israel, di mana tuduhan spionase dan kerja sama dengan musuh menjadi salah satu dakwaan utama.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar