PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Seram Bagian Timur, Maluku, pada Sabtu (25/4/2026) sore. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa yang terjadi pukul 16.07 WIB itu tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada di koordinat 4,95 Lintang Selatan dan 130,63 Bujur Timur, sekitar 205 kilometer tenggara Seram Bagian Timur, dengan kedalaman mencapai 119 kilometer.
Analisis BMKG: Kedalaman Menjadi Faktor Utama
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tergolong menengah hingga dalam. Faktor kedalaman inilah yang menjadi alasan utama mengapa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan data detail kejadian.
“Gempa Mag:5.2, 25-Apr-26 16:07:07 WIB, Lok:4.95 LS,130.63 BT (205 km Tenggara SERAMBAGIANTIMUR-MALUKU), Kedlmn:119 Km,” tulis BMKG dalam rilis yang diterima pada Sabtu (25/4/2026).
Pernyataan tegas juga disampaikan oleh pihak BMKG terkait potensi gelombang besar.
“Tidak berpotensi tsunami,” ujar BMKG.
Kondisi Terkini dan Imbauan untuk Masyarakat
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat guncangan gempa tersebut. Tim aparat setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan kondisi di lapangan. Suasana di lokasi terdampak dilaporkan mulai tenang, meskipun warga sempat merasakan getaran beberapa saat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Kewaspadaan terutama diarahkan pada kemungkinan terjadinya gempa susulan yang getarannya biasanya lebih kecil. Informasi resmi hanya bersumber dari BMKG untuk menghindari berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, BBM Bersubsidi Tak Berubah
Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Putus Puasa Kemenangan 38 Tahun
KPK Gandeng Kortastipidkor Polri untuk Atasi Keterbatasan SDM dan Perluas Pengawasan ke Daerah
Kebisingan Digital dan Matinya Kepakaran: Ketika Kecepatan Reaksi Mengalahkan Kedalaman Berpikir