Puluhan Pimpinan Ormas Islam Temui Jusuf Kalla Buntut Laporan Dugaan Penistaan Agama

- Rabu, 29 April 2026 | 03:00 WIB
Puluhan Pimpinan Ormas Islam Temui Jusuf Kalla Buntut Laporan Dugaan Penistaan Agama
PARADAPOS.COM - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK), menggelar pertemuan tertutup dengan puluhan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam pada Selasa (28/4/2026) malam di Jakarta. Pertemuan ini digelar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap JK yang tengah menghadapi laporan dugaan penistaan agama ke polisi. Acara yang berlangsung di kediaman JK itu dihadiri oleh setidaknya 40 tokoh lintas ormas, termasuk tokoh senior Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Latar Belakang Pertemuan

Pertemuan tersebut bukanlah agenda yang direncanakan jauh-jauh hari. Menurut penuturan Din Syamsuddin, inisiatif pertemuan lahir dari keresahan para tokoh Islam. Mereka merasa ada ketimpangan dalam narasi publik yang berkembang belakangan ini. "Didasari oleh rasa tak enak di kalangan tokoh-tokoh Islam bahwa terakhir ini yang banyak membela Bapak Jusuf Kalla adalah para tokoh-tokoh Kristiani, baik PGI, dari PGI maupun KWI," kata Din. "Maka pimpinan ormas-ormas Islam merasa tergerak untuk bersilaturahim membicarakan apa yang terjadi terakhir ini, khususnya atas Bapak Jusuf Kalla," lanjutnya. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para pimpinan ormas duduk melingkar, saling bertukar pandangan mengenai perkembangan kasus yang menjerat tokoh nasional tersebut.

Kronologi dan Tuduhan

Kasus ini bermula dari sebuah ceramah yang disampaikan JK pada bulan suci Ramadan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam ceramahnya, JK menyampaikan pandangan yang kemudian dianggap kontroversial oleh sekelompok warga. Mereka kemudian melaporkan JK ke pihak kepolisian dengan tuduhan penistaan agama. Menanggapi hal itu, Din Syamsuddin menilai bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan hanya menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. "Pengaduan sekelompok warga masyarakat ke polisi yang menuduh Bapak Jusuf Kalla melakukan penistaan agama dari ceramah beliau pada bulan suci Ramadan di masjid Kampus UGM ini telah menimbulkan kontroversi, hiruk-pikuk," ujarnya.

Sosok JK dan Upaya Hukum

Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan, para tokoh yang hadir sepakat bahwa JK bukanlah sosok yang pantas dituduh melakukan penistaan. Mereka menilai rekam jejak JK sebagai negosiator perdamaian sudah teruji, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. "Tentu bangsa Indonesia dan umat Islam, ya, tidak terpengaruh, karena mereka mengetahui pasti Bapak Jusuf Kalla adalah tokoh perdamaian tidak hanya di Indonesia, juga di dunia. Beliaulah yang mengambil prakarsa mendamaikan kasus Poso dan kasus Ambon di awal reformasi Indonesia," ucap Din. Para pimpinan ormas pun sepakat untuk tidak tinggal diam. Mereka memandang tuduhan yang dialamatkan kepada JK sebagai sebuah fitnah yang tidak bisa ditolerir. Langkah hukum dinilai menjadi jalan keluar yang paling tepat. "Maka sungguh tuduhan dari orang-orang tersebut adalah sebuah upaya penyebaran fitnah yang tidak bisa ditolerir. Maka harus diselesaikan secara hukum," tuturnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan laporan tersebut. Namun, dukungan dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir kepada JK.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler