PARADAPOS.COM - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau I, Dewi Juliani, kembali menjalani masa reses dengan turun langsung ke Kabupaten Bengkalis pada Rabu, 29 April. Dalam kunjungannya, ia menyerap keluhan warga, menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dan berjanji membawa sejumlah persoalan strategis daerah—mulai dari tekanan fiskal APBD hingga infrastruktur transportasi laut dan abrasi—ke tingkat pusat.
Memastikan Bantuan Perumahan Tepat Sasaran
Di sela-sela kegiatannya, Dewi menyempatkan diri menengok langsung rumah-rumah penerima bantuan BSPS. Ia tak sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga mengawal prosesnya agar berjalan sesuai aturan. “Saya turun memastikan program bantuan perumahan yang saya perjuangkan ini benar-benar dirasakan masyarakat. Ini bagian dari upaya saya memperjuangkan aspirasi warga Bengkalis,” ujarnya saat berdialog dengan warga.
Legislator dari PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa program ini dirancang berkelanjutan, bukan sekadar proyek musiman. Ia juga mengingatkan dengan tegas agar tidak ada potongan atau pungutan liar dalam penyalurannya. “Ini bukan yang terakhir, tapi berkelanjutan. Saya tegaskan tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun, ini hak masyarakat dan tidak boleh ada pemotongan,” katanya, nada bicaranya meninggi saat menekankan poin tersebut.
Mengawasi CSR dan Menyoroti Infrastruktur Daerah
Tak hanya soal perumahan, Dewi juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam penyaluran program tanggung jawab sosial (CSR) dari BUMN. Ia mengaku telah meninjau langsung kondisi penerima di lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang membutuhkan. “Saya turun memastikan apakah masyarakat betul-betul membutuhkan. Tadi saya lihat langsung beberapa rumah, dan memang mereka membutuhkan bantuan pemerintah,” jelasnya.
Di luar program bantuan, sejumlah persoalan strategis daerah juga ia angkat. Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis yang tengah tertekan menjadi perhatian serius. Dewi juga menyoroti infrastruktur transportasi laut, terutama keterbatasan armada kapal roro yang kerap menghambat mobilitas warga dan distribusi barang. “Soal kapal roro dan abrasi, ini akan saya bawa ke pusat. Mohon doa agar apa yang menjadi aspirasi masyarakat bisa kami perjuangkan,” tuturnya.
Apresiasi dari DPRD Bengkalis
Ketua DPRD Bengkalis, Septian Nugraha, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Dewi. Ia menilai kepedulian semacam ini jarang ditemui. “Biasanya orang sudah duduk itu lupa. Alhamdulillah Ibu Dewi turun sampai ke daerah kita ini, beliau peduli dengan Bengkalis,” ungkapnya.
Septian menyebut dukungan masyarakat Bengkalis terhadap Dewi cukup besar, terbukti dari sekitar 45 ribu suara yang diraih di daerah ini. Ia berharap perhatian tersebut terus berlanjut dalam bentuk program nyata. Ia juga menggambarkan betapa beratnya kondisi keuangan daerah saat ini. “Kami mohon bantuannya agar kondisi APBD ini bisa diperhatikan, karena saat ini situasi cukup berat. Bapak-bapak camat dan kepala desa sekarang harus mengencangkan ikat pinggang, bahkan tidak bisa lagi ngopi di luar. Kami berharap ada perhatian dari pusat untuk kondisi ini,” pungkasnya.
Dalam kunjungan reses tersebut, hadir sejumlah camat, lurah, dan warga Bengkalis. Diketahui, persoalan kapal roro dan abrasi memang menjadi perhatian utama di Bengkalis dalam beberapa tahun terakhir. Keterbatasan armada dan layanan penyeberangan kerap menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sementara abrasi pantai terus menggerus wilayah pesisir dan mengancam permukiman warga. Kedua masalah ini membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi dari pemerintah pusat dan daerah.
Artikel Terkait
Pemkab Badung Siapkan Jalur Khusus Transportasi Umum di Kuta dan Legian untuk Atasi Kemacetan
BGN Beri Predikat Dapur Terbaik ke SPPG Jakarta Utara atas Kualitas Pengelolaan Gizi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Alokasikan Rp20 Miliar untuk Fasilitas RS
MA Kirim Tim ke Yogyakarta Usut Dugaan Keterlibatan Hakim Aktif di Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha