Pemkab Lamandau Raih Penghargaan Ekonomi Nasional Berkat Model Ekonomi Komunitas Mandiri

- Rabu, 29 April 2026 | 22:25 WIB
Pemkab Lamandau Raih Penghargaan Ekonomi Nasional Berkat Model Ekonomi Komunitas Mandiri
PARADAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, meraih penghargaan dalam kategori Top Regency in Local Economic Growth and Creative Financing pada ajang National Governance Award (NGA) 2026 yang digelar Metro TV. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026. Capaian ini menandai keberhasilan daerah dalam menggerakkan ekonomi komunitas secara mandiri tanpa bergantung penuh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Model Ekonomi Komunitas Mandiri Jadi Kunci

Kabupaten Lamandau mencatatkan transformasi ekonomi yang progresif melalui penguatan ekonomi komunitas dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara mandiri. Keunggulan kompetitif daerah ini terletak pada strategi creative financing, di mana pemerintah daerah berhasil mengaktivasi ruang-ruang ekonomi melalui kolaborasi strategis dengan sektor swasta dan kemitraan non-APBD. Capaian ini dibuktikan dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sekitar Rp79,72 juta. "Inovasi ke depan kita akan coba masuk ke kecamatan mulai bulan depan. Jadi semoga UMKM bakal jauh lebih tumbuh. Jadi kalau satu UMKM itu yang jual bakso aja sampai 10 juta mas, itu yang jual mie ayam itu minimal 4 juta. Mereka cuma bayar lapak satu hari 100 ribu dengan dampak yang begitu besar," kata Rizky. Keberhasilan Lamandau membuktikan bahwa keterbatasan anggaran daerah bukanlah hambatan untuk mencapai produktivitas ekonomi yang tinggi. Inisiatif unggulan berupa penyelenggaraan berbagai event ekonomi dan festival UMKM yang didanai melalui skema kemitraan swasta menjadi mesin penggerak utama. Ekosistem ini dinilai mampu menciptakan perekonomian daerah yang mandiri, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika pasar.

Menggeser Ketergantungan APBD

Kabupaten Lamandau menonjol sebagai model transformasi ekonomi berbasis komunitas yang berhasil menggeser pendekatan pembangunan dari ketergantungan APBD menuju kolaborasi ekonomi non-pemerintah. Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi yang stabil, tingkat kemiskinan yang sangat rendah di angka 3,33 persen, serta penguatan ekosistem UMKM menjadikan Lamandau sebagai kabupaten dengan model ekonomi komunitas yang tangguh dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. "Saya terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lamandau yang mendukung penuh program saya, terutama Bazar UMKM Lamandau, yang mana dari Bazar UMKM ini kami membuktikan bahwa tanpa APBD kita bisa menggerakkan UMKM yang ada di Kabupaten Lamandau," ujar Rizky dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV.

Sukses Mediasi Konflik Plasma 200 Hektare

Tidak hanya di sektor ekonomi, Pemerintah Kabupaten Lamandau juga berhasil memediasi konflik antara masyarakat dengan perusahaan swasta terkait lahan perkebunan. Mediasi ini menghasilkan kesepakatan penyediaan lahan plasma seluas 200 hektare untuk warga Tapin Bini. Bupati Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa mediasi tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah sebagai penengah, memastikan investasi tidak mengorbankan hak-hak lokal dan kelestarian lingkungan. Pola kebun plasma ini merupakan bentuk kemitraan, di mana perusahaan besar sebagai inti membantu masyarakat sekitar untuk memiliki dan mengelola kebun mereka sendiri. Dengan skema ini, warga tidak sekadar menjadi buruh, melainkan pemilik aset yang hasil panennya diserap oleh perusahaan dengan harga yang adil. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengikis kesenjangan ekonomi. Tak hanya soal lahan, pengelolaan ekonomi warga nantinya akan diwadahi oleh koperasi masyarakat. Agar berjalan profesional dan bebas dari praktik penyimpangan, Bupati berencana mengawasi langsung jalannya koperasi tersebut. "Kepada saya langsung, jadi saya bisa tahu berapa investasi di situ dan siapa yang mengerjakan. Jadi enggak 'KUD: Ketua Untung Duluan'. Biasanya ini yang tata kelolanya harus diperbaiki, itu jadi masalah di daerah biasanya," ungkap Rizky. Dengan kesepakatan ini, pemerintah daerah berharap iklim investasi di Lamandau semakin sehat. Langkah ini juga diharapkan menjadi standar baru dalam penyelesaian konflik agraria yang mengutamakan musyawarah dan keadilan bagi masyarakat serta lingkungan.

Kepemimpinan Rizky-Hamid di Lamandau

Capaian Pemkab Lamandau ini tak dipungkiri berkat kerja keras Bupati Rizky Aditya Putra dan Wakil Bupati Abdul Hamid. Pasangan yang akrab disapa Rizky-Hamid ini memimpin Lamandau sejak dilantik Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, pada 24 Maret 2025. Rizky yang berasal dari Partai Gerindra dan Hamid dari PPP menjabat untuk periode 2025-2030. Mereka berhasil unggul dengan meraih 28.755 suara atau 50,99 persen dari total suara sah pada Pilkada 2024.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler