Calon Jemaah Haji Asal Lombok Gagal Berangkat Akibat Dicekal Imigrasi Selama 10 Tahun

- Kamis, 30 April 2026 | 16:50 WIB
Calon Jemaah Haji Asal Lombok Gagal Berangkat Akibat Dicekal Imigrasi Selama 10 Tahun
PARADAPOS.COM - Boyolali, 30 April 2026 – Seorang calon jemaah haji asal Embarkasi Lombok gagal berangkat ke Arab Saudi setelah namanya masuk dalam daftar cekal imigrasi selama sepuluh tahun. Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa dugaan pelanggaran yang pernah dilakukan calon jemaah tersebut di Arab Saudi menjadi penyebab utama penolakan. Pernyataan ini disampaikan Irfan saat melakukan kunjungan mendadak ke Embarkasi Solo pada Kamis sore.

Diduga Pernah Langgar Aturan di Arab Saudi

Menurut penjelasan Irfan, kasus cekal semacam ini bukanlah hal baru. Ia menyebutkan bahwa banyak jemaah umroh asal Indonesia yang terjaring aturan imigrasi karena pelanggaran serupa. “Mungkin karena pernah melakukan pelanggaran di sana. Tapi dari laporan yang saya terima, ketika dicek di imigrasi ini orang kena cekal 10 tahun. Memang banyak teman-teman kita yang umroh itu melakukan pelanggaran-pelanggaran yang berakibat dicekal enggak boleh 10 tahun masuk,” ungkapnya.

Observasi Langsung Tanpa Banyak Bicara

Dalam kunjungannya, Irfan mengaku sengaja tidak banyak melakukan intervensi. Ia lebih memilih mengamati secara langsung proses kedatangan dan pelayanan bagi calon jemaah haji. “Alhamdulillah tadi saya sengaja melihat, tidak ngomong apa-apa. Saya lihat bagaimana proses kedatangan. Tadi saya juga sampaikan kalau bisa yang sepuh-sepuh (lansia) enggak usah ikut nunggu di sana lah. Yang sepuh-sepuh langsung masuk kamar. Yang prosesnya kita yang nyusulin ke kamar yang sepuh,” beber Irfan. Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan jemaah lanjut usia agar tidak kelelahan saat proses administrasi.

Tinjau Dapur, Cicipi Langsung Menu Jemaah

Tak hanya soal kedatangan, Irfan juga menyempatkan diri meninjau fasilitas dapur embarkasi. Ia ingin memastikan langsung kualitas makanan yang akan dikonsumsi para calon jemaah haji. “Di dapur dilihat ya alhamdulillah baik. Dari DKK sudah jadi pengawalnya jangan sampai kecolongan. Beliau sendiri 24 jam menunggu di sini untuk memastikan bahwa makanannya memang sehat dan layak di konsumsi,” imbuh Irfan. Suasana dapur tampak sibuk dengan petugas yang menyiapkan ribuan porsi makanan. Irfan bahkan sempat mencicipi beberapa menu yang telah disajikan.

Pemeriksaan Kesehatan Makin Diperketat

Ke depan, Irfan memastikan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji akan semakin ketat. Meski kebijakan ini dinilai cukup keras, ia menegaskan bahwa hal tersebut demi pelayanan yang lebih baik. “Insyaallah semakin kita perketat. Tapi efeknya memang ada suami lolos, istri enggak lolos maka suaminya enggak ikut barangkali atau nunggu tahun depan barangkali doa-doanya bisa lolos. Dan banyak hal kasus seperti itu. Tapi itu semua dalam rangka memberikan pelayanan buat jemaah kita semuanya,” ungkap Irfan. Ia mengakui bahwa situasi seperti ini kerap menimbulkan dilema bagi keluarga calon jemaah. Namun, menurutnya, langkah preventif tetap harus diutamakan demi keselamatan dan kenyamanan selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini