PARADAPOS.COM - Pemerintah Austria mengusir tiga staf Kedutaan Besar Rusia di Wina pada akhir pekan lalu, menyusul temuan perangkat pengawasan yang dipasang di atap gedung diplomatik Rusia. Langkah ini diambil setelah investigasi mengungkap dugaan aktivitas spionase yang memanfaatkan fasilitas diplomatik, termasuk upaya mencegat komunikasi satelit organisasi internasional. Ketiga individu tersebut kini telah dinyatakan sebagai persona non grata dan meninggalkan Austria.
Perangkat Pengawasan di Atap Gedung Diplomatik
Keputusan pengusiran tersebut merupakan buntut dari penyelidikan terhadap infrastruktur pengawasan yang ditemukan di atap gedung-gedung diplomatik Rusia di ibu kota Austria. Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik Austria, ORF, perangkat itu diduga dirancang untuk menyadap komunikasi satelit milik berbagai organisasi internasional. Temuan ini langsung memicu kekhawatiran serius di kalangan pejabat intelijen setempat.
Pejabat Austria menyebutkan bahwa ketiga staf tersebut dicurigai terlibat langsung dalam aktivitas intelijen yang berkaitan dengan instalasi tersebut. Sebelumnya, pemerintah Wina telah meminta pencabutan kekebalan diplomatik mereka agar proses hukum dapat berjalan. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, Moskow tidak memberikan tanggapan apa pun. Akibatnya, ketiga warga negara Rusia itu resmi diusir.
Sikap Tegas Pemerintah Austria
Menteri Luar Negeri Austria, Beate Meinl-Reisinger, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir penyalahgunaan status diplomatik. “Sangat tidak bisa diterima jika kekebalan diplomatik digunakan untuk melakukan kegiatan spionase,” tegasnya, seperti dikutip Anadolu, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Pernyataan itu mencerminkan sikap Wina yang semakin keras terhadap praktik spionase di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. Sejak perang di Ukraina pecah, pengawasan terhadap aktivitas Rusia di Wina meningkat drastis. Dinas intelijen Austria bahkan memperingatkan bahwa operasi semacam itu berpotensi merusak reputasi internasional negara tersebut.
Rekam Jejak Pengusiran Diplomat Rusia
Sejak tahun 2022, Austria telah mengusir total 14 staf diplomatik Rusia. Meski demikian, masih ada sekitar 220 personel Rusia yang terakreditasi di berbagai misi diplomatik di negara itu. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada tindakan tegas, kehadiran diplomatik Rusia di Austria tetap masif.
Kasus terbaru ini menjadi pengingat bahwa spionase diplomatik masih menjadi ancaman nyata, bahkan di negara-negara yang selama ini dikenal netral. Langkah Wina menunjukkan bahwa tidak ada toleransi bagi aktivitas yang melanggar hukum internasional, terlepas dari status diplomatik pelakunya.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Met Gala 2026: Debut Ahn Hyo Seop, Jisoo, Karina, dan Ningning Meriahkan Karpet Merah
Lebih dari 40 Ribu Jemaah Haji Lansia, Pemerintah Siapkan Asuransi dan Prosedur Klaim Digital
Indonesia Miner 2026 Digelar, Lebih dari 1.800 Delegasi Bahas Transformasi Pertambangan Berkelanjutan
KSP Dudung Bantah Tudingan Amien Rais soal Seskab Teddy Melampaui Batas Profesional