37 RT di Petogogan Kebayoran Baru Terendam Banjir, RW 03 Paling Parah Akibat Luapan Kali Krukut

- Selasa, 05 Mei 2026 | 06:25 WIB
37 RT di Petogogan Kebayoran Baru Terendam Banjir, RW 03 Paling Parah Akibat Luapan Kali Krukut
PARADAPOS.COM - Sebanyak 37 Rukun Tetangga (RT) dari total 3 RW di Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terendam banjir pada Selasa, 5 Mei 2026 pagi. Wilayah RW 03 menjadi titik terdampak paling parah akibat luapan Kali Krukut yang diperparah oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak Senin malam. Ketinggian air di lokasi terparah masih bertahan di angka 40 sentimeter pada pukul 08.00 WIB, meski sebelumnya sempat mencapai 1 meter.

Lokasi Terparah dan Kondisi Terkini

Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air di RW 03, yang merupakan episentrum banjir di kelurahan tersebut, belum juga surut secara signifikan. Air tampak menggenangi jalan-jalan sempit di antara pemukiman padat penduduk. Warga setempat terlihat masih bertahan di dalam rumah masing-masing, sebagian besar sudah terbiasa dengan situasi ini karena memiliki bangunan dua lantai. Ketua RW 03 Petogogan, Samsudin, menyatakan bahwa dari total 15 RT di wilayahnya, semuanya terkena dampak banjir secara total. “RW 03 itu manakala banjir, 15 RT itu terdampak semua. Beda dengan RW lain, kalau RW 03 total karena memang kondisinya kan di bawah,” ujar Samsudin saat ditemui di lokasi.

Penyebab Banjir: Kombinasi Alam dan Infrastruktur

Banjir yang melanda kawasan ini bukan semata-mata akibat curah hujan tinggi. Faktor utama yang memicu genangan adalah meluapnya Kali Krukut. Kondisi sungai tersebut kini sangat kritis: alirannya menyempit dan mengalami sedimentasi yang parah. Meskipun pengerukan lumpur sudah pernah dilakukan, hasilnya dinilai belum optimal. Hambatan terbesar adalah akses alat berat yang sulit menjangkau titik-titik penyempitan di tengah pemukiman yang padat. Selain itu, Samsudin menambahkan adanya faktor lain yang memperburuk keadaan. Debit air dari saluran buangan Waduk Oasis Jakarta Selatan ikut menambah volume banjir. Proses perbaikan pompa air di area Nipah yang belum rampung juga menjadi kendala teknis yang memperlambat surutnya air.

Harapan Warga: Normalisasi Segera

Warga Petogogan, yang sudah bertahun-tahun berhadapan dengan banjir musiman, kini mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan normalisasi Kali Krukut. Mereka menilai, tanpa pembebasan lahan dan pelebaran sungai, upaya penanganan banjir lainnya akan sia-sia. “Warga sebenarnya sudah setuju untuk normalisasi karena sudah merasakan sekian lama, sudah capek sebenarnya. Kalau daerah rendah begini, kalau kalinya enggak dibebaskan tetap sulit mau program apapun,” tegas Samsudin. Ia menekankan bahwa kesabaran warga sudah diuji berkali-kali. Setiap kali hujan deras turun, kekhawatiran akan genangan kembali menghantui. Normalisasi dianggap sebagai solusi jangka panjang yang paling realistis, meskipun membutuhkan koordinasi lintas instansi dan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar