Bea Cukai Mataram Periksa Logistik GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika

- Jumat, 08 Mei 2026 | 17:00 WIB
Bea Cukai Mataram Periksa Logistik GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika
PARADAPOS.COM - Bea Cukai Mataram memeriksa fisik logistik GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada Minggu (3/5) untuk memastikan kesesuaian barang yang akan diekspor kembali. Ajang balap internasional ini diikuti 22 mobil GT3 dan 42 pembalap dari 16 negara. Pemeriksaan dilakukan menggunakan skema ATA Carnet dan PPKEK, memberikan kemudahan berupa pembebasan bea masuk dan percepatan prosedur kepabeanan.

Peran Bea Cukai dalam Logistik Balap Internasional

Kejuaraan bergengsi GT World Challenge Asia 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Di balik gemerlap lintasan, ada arus logistik internasional yang harus berjalan mulus. Bea Cukai Mataram hadir sebagai garda depan untuk memastikan semua proses pemasukan hingga pengeluaran barang sesuai aturan. Kepala Bea Cukai Mataram, Bambang Parwanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan fisik terhadap barang logistik yang akan dikirim kembali ke luar negeri. “Pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk memastikan bahwa logistik yang keluar dari KEK Mandalika sesuai dengan kondisi dan jumlah saat awal pemasukan,” ujar Bambang.

Kemudahan Melalui Skema ATA Carnet dan PPKEK

Pengelolaan logistik event berskala dunia ini memanfaatkan dua skema utama, yaitu ATA Carnet dan PPKEK. Skema ATA Carnet memungkinkan barang masuk sementara tanpa dikenai bea masuk, sementara PPKEK mempercepat proses administrasi di Kawasan Ekonomi Khusus. Melalui skema tersebut, para pelaku kegiatan memperoleh berbagai kemudahan. Mulai dari pembebasan dan penangguhan bea masuk, tidak dipungut pajak dalam rangka impor, hingga percepatan prosedur pemeriksaan kepabeanan. Menurut Bambang, fasilitas ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam menciptakan ekosistem logistik yang efisien bagi kegiatan internasional di Indonesia, khususnya di KEK Mandalika.

Pengawasan dan Proses Selanjutnya

Setelah proses pemeriksaan selesai, Bea Cukai Mataram melanjutkan tahapan pengawasan dengan melakukan penyegelan terhadap barang logistik pada 4 Mei 2026. Langkah ini memastikan tidak ada perubahan atau penyimpangan selama proses transit. Selanjutnya, logistik tersebut akan dikirim menuju negara tujuan balapan berikutnya melalui Bandara Internasional Ngurah Rai dan Pelabuhan Tanjung Perak. Rute pengiriman ini dipilih untuk memaksimalkan efisiensi waktu dan biaya. Melalui pengawasan yang optimal sekaligus pemberian fasilitas kepabeanan yang tepat, Bea Cukai Mataram terus berkomitmen mendukung kelancaran arus barang internasional. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah berbagai event berskala dunia.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar