PARADAPOS.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada pembukaan perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.357 per dolar AS, turun 24 poin atau 0,14 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.333. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS yang masih berlanjut. Data dari Yahoo Finance juga mencatat angka yang sama, yakni Rp17.357 per dolar AS, turun dari posisi pembukaan kemarin di Rp17.335.
Fluktuasi Rupiah dan Potensi Penguatan
Meskipun dibuka melemah, analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat. Menurutnya, mata uang Garuda diprediksi bergerak dalam rentang Rp17.300 hingga Rp17.340 per dolar AS. Optimisme ini muncul seiring perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Ibrahim menjelaskan, sentimen positif datang dari prospek kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran. Pasar mulai optimis meskipun Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menggelar pembicaraan tatap muka dengan Iran. Di sisi lain, Iran dikabarkan tengah meninjau proposal perdamaian yang diajukan AS. Beberapa sumber menyebutkan kedua negara akan secara resmi mengakhiri konflik, meskipun tuntutan utama AS tetap bertahan, yaitu agar Iran menangguhkan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz.
Fokus Pasar pada Data Ketenagakerjaan AS
"Fokus pasar hari ini akan tertuju pada Klaim Pengangguran Awal dan pidato-pidato dari para pejabat Federal Reserve," ungkap Ibrahim.
Selain itu, para pedagang juga akan mencermati hasil laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan April yang akan dirilis besok. Data ini dinilai krusial karena pada akhirnya akan menentukan langkah The Fed terkait kebijakan suku bunga ke depan. Pergerakan rupiah pun masih akan sangat bergantung pada sentimen eksternal, terutama dari arah kebijakan moneter AS dan perkembangan negosiasi damai di Timur Tengah.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BMKG: Monsun Australia Mulai Kurangi Hujan, Sejumlah Wilayah Masih Waspada Cuaca Ekstrem 8–14 Mei 2026
Tiga Film Indonesia Baru Gagal Saingi Film Lama di Hari Pertama Penayangan
Trump Pastikan Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku meski Ada Serangan di Selat Hormuz
Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Jakarta Selatan