PARADAPOS.COM - Jumlah pendaki yang masih hilang dalam pencarian pasca-erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, bertambah menjadi tiga orang hingga Jumat (8/5) pukul 17.30 WIT. Semula, laporan sementara menyebut dua warga negara asing (WNA) belum ditemukan. Namun, pembaruan data di lapangan mengungkap seorang warga negara Indonesia (WNI) juga ikut dinyatakan hilang. Tim gabungan kini terus memperluas operasi Search and Rescue (SAR) di tengah ancaman aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.
Tiga Pendaki Masih Dicari, Satu di Antaranya WNI
Ketiga pendaki yang belum ditemukan masing-masing berinisial H.W.Q.T. (L) WNA usia 30 tahun, S.M.B.A.H. (L) WNA usia 27 tahun, dan E (P) WNI. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi hal tersebut pada Jumat malam (8/5/2026).
"Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik dengan mempertimbangkan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif," jelasnya.
15 Orang Berhasil Dievakuasi dalam Kondisi Selamat
Di sisi lain, sebanyak 15 orang lainnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka terdiri dari tujuh WNA asal Singapura dan delapan WNI.
Korban selamat asal Singapura adalah T.Y.M.E. (L) usia 30 tahun, O.S.S. (P) usia 37 tahun, P.L. (P) usia 33 tahun, L.H.E.I. (P) usia 31 tahun, T.J.Y.G. (P) usia 30 tahun, L.Y.X.V. (P) usia 30 tahun, dan L.S.D. (L) usia 29 tahun.
Sementara itu, korban selamat WNI meliputi B.B. (L) usia 24 tahun, Y. (L) usia 23 tahun, S. (L) usia 26 tahun, A. (L) usia 22 tahun, H. (L) usia 26 tahun, F.N. (P) usia 27 tahun, R.I. (P) usia 29 tahun, serta S.J. (L) usia 48 tahun.
Dua Korban Selamat Bantu Tim SAR
Dalam operasi pencarian, dua korban selamat bernama R.S. dan J.A. turut membantu tim SAR gabungan. Mereka memberikan informasi penting mengenai jalur pendakian dan titik terakhir keberadaan korban sebelum situasi darurat terjadi akibat erupsi.
Pencarian Sempat Terhenti Akibat Ancaman Lava Pijar
Berdasarkan laporan dari Pengamat Gunung Api Dukono yang berada di lokasi, operasi pencarian sempat dihentikan sementara. Penyebabnya adalah potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 kilometer dari puncak kawah. Setelah kondisi dinilai aman, pencarian kembali dilanjutkan dengan membagi tim menjadi dua kelompok.
Tim pertama dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara. Mereka menyisir jalur menuju puncak gunung dan menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memantau situasi dari udara.
"Tim tersebut saat ini berada pada jarak kurang lebih 500 meter dari puncak. Sementara itu, tim kedua melakukan pencarian di wilayah aliran sungai dekat kawasan puncak yang diduga menjadi lokasi pergerakan korban," ungkap Abdul Muhari.
Operasi Libatkan Banyak Instansi, Imbauan Keselamatan Dikeluarkan
Operasi penanganan darurat ini melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis, dan unsur relawan setempat. BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pegiat pendakian untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih meningkat. Masyarakat diminta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG demi keselamatan bersama.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar 9 Mei 2026: Imsak Pukul 04:34 Wita, Subuh hingga Isya Lengkap
PSBS Biak Degradasi Usai Dibantai Dewa United 0-5, Pelatih Akui Krisis Finansial Ganggu Performa Tim
Marcos Jr. Umumkan Kamboja dan Thailand Capai Kesepakatan Awal Redakan Ketegangan Perbatasan di KTT ASEAN ke-48
Bom Rakitan Meledak di Halaman Sekolah Brasil, 10 Remaja Terluka