PARADAPOS.COM - Kelompok Hizbullah mengumumkan telah melancarkan 13 serangan terhadap pasukan dan posisi militer Israel di Lebanon selatan pada Jumat, 8 Mei 2026. Langkah ini disebut sebagai respons langsung atas eskalasi serangan Israel di wilayah tersebut. Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah merinci bahwa para pejuangnya menargetkan konsentrasi tentara Israel, kendaraan lapis baja, dan sejumlah instalasi militer menggunakan drone, peluru artileri, serta senjata berpemandu.
Sasaran dan Jenis Serangan
Serangan tersebut, menurut keterangan resmi Hizbullah, menyasar sebuah buldoser militer Israel di kota Deir Siryan. Dua tank Merkava juga menjadi target di kota al-Bayyada dan Bint Jbeil. Selain itu, sebuah platform sistem pertahanan Iron Dome di dekat lokasi Jal al-Allam serta pusat komando di al-Bayyada ikut dibidik. Kelompok itu juga mengaku telah menyerang tiga kelompok tentara dan kendaraan militer Israel di kota Shamaa, Deir Siryan, dan kawasan segitiga Alman al-Qusayr.
"Serangan-serangan ini dilakukan untuk membela Lebanon dan rakyatnya," demikian pernyataan yang dirilis Hizbullah. Mereka menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan respons terhadap pelanggaran gencatan senjata dan serangan Israel yang terus terjadi ke desa-desa di Lebanon selatan.
Ancaman Drone Serat Optik
Dalam beberapa pekan terakhir, muncul tantangan baru bagi militer Israel di medan perang Lebanon selatan. Drone serat optik yang diluncurkan Hizbullah dinilai sulit dideteksi oleh sistem radar konvensional. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini menyebut drone tersebut sebagai "ancaman besar" dan mendesak militernya untuk segera mengambil langkah antisipasi.
Meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei, kenyataan di lapangan berkata lain. Militer Israel dilaporkan terus melancarkan serangan harian di Lebanon. Penghancuran rumah secara besar-besaran di puluhan desa juga masih terjadi, menyerupai pola kehancuran berkepanjangan yang terlihat di Gaza.
Dampak Kemanusiaan yang Meluas
Data resmi terbaru menggambarkan situasi yang memprihatinkan. Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.727 orang. Angka korban luka mencapai 8.438 jiwa. Lebih dari 1,6 juta warga terpaksa mengungsi, angka yang setara dengan sekitar seperlima dari total populasi negara tersebut.
Di sisi lain, pendudukan Israel di wilayah Lebanon selatan masih berlangsung. Area yang telah dikuasai selama puluhan tahun, ditambah wilayah lain yang diduduki sejak perang 2023-2024, masih berada di bawah kendali militer Israel. Selama konflik berlangsung, pasukan Israel bahkan bergerak maju sekitar 10 kilometer ke dalam perbatasan selatan Lebanon.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo Usai KTT ASEAN
Kesehatan Mental Sama Krusialnya dengan Fisik, Pakai Waspadai Gejala Seperti Perubahan Suasana Hati Hingga Gangguan Tidur
UEA Berhasil Cegat Rudal dan Drone dari Iran, Tiga Orang Terluka
Master Radiator Coolant Gold Dirancang untuk Jaga Suhu Ideal Mobil Hybrid dan Listrik di Tengah Krisis Energi