Survei: 52,4 Persen Warga Spanyol Nilai AS dan Israel Kalah dalam Perang Lawan Iran

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:25 WIB
Survei: 52,4 Persen Warga Spanyol Nilai AS dan Israel Kalah dalam Perang Lawan Iran

PARADAPOS.COM - Sebuah survei nasional di Spanyol baru-baru ini mengungkap temuan yang cukup mengejutkan terkait persepsi publik terhadap konflik Timur Tengah. Mayoritas warga Spanyol, tepatnya 52,4 persen, berkeyakinan bahwa Amerika Serikat dan Israel mengalami kekalahan dalam perang melawan Iran. Survei yang digelar oleh Pusat Penelitian Sosiologi (CIS) ini melibatkan ribuan responden dan dirilis pada Jumat, 8 Mei 2026, memberikan gambaran jelas tentang bagaimana opini publik di Eropa menilai dinamika perang yang berlangsung selama hampir 40 hari tersebut.

Konflik yang dimaksud diawali dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Pertempuran baru mereda setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada 7 April. Dari lapangan, durasi perang yang relatif singkat namun intens ini ternyata menyisakan persepsi yang kuat di benak masyarakat Spanyol.

Persepsi Kekalahan dan Dampak Global

Data survei menunjukkan kontras yang tajam dalam penilaian publik. Hanya 27,6 persen responden yang menilai AS dan Israel sebagai pihak yang menang. Sementara itu, 4 persen lainnya melihat kedua belah pihak berada dalam posisi yang kurang lebih seimbang, dan 10,9 persen responden mengaku tidak yakin dengan hasil akhir konflik tersebut.

"Kami melihat angka yang sangat signifikan, di mana hampir 9 dari 10 warga Spanyol percaya bahwa prestise dan citra internasional Amerika Serikat memburuk akibat perang ini," ungkap seorang perwakilan CIS dalam pernyataan resminya.

Lebih jauh lagi, kepercayaan terhadap kepemimpinan AS juga tergerus. Sebanyak 92,2 persen responden meyakini bahwa citra internasional Presiden Donald Trump telah goyah pasca-konflik. Angka ini menunjukkan betapa dalamnya dampak perang terhadap persepsi kepemimpinan global.

Dampak Ekonomi dan Kemanusiaan

Survei ini tidak hanya menyoroti aspek militer dan politik, tetapi juga merambah ke ranah ekonomi dan kemanusiaan. Sebanyak 71,3 persen responden berpendapat bahwa ekonomi AS sendiri ikut menderita akibat perang yang mereka mulai. Kekhawatiran akan efek domino konflik juga sangat terasa.

Mayoritas besar, yakni 82,3 persen warga Spanyol, memperkirakan bahwa konflik di Timur Tengah saat ini akan menyebabkan peningkatan angka kemiskinan dan kelaparan di seluruh dunia. Pandangan ini mencerminkan kesadaran akan keterkaitan ekonomi global yang rentan terhadap gejolak geopolitik.

Citra Israel dan Netanyahu Merosot Tajam

Selain AS, sekutunya, Israel, juga menerima penilaian serupa dari publik Spanyol. Data survei mengungkapkan bahwa 88,1 persen responden menyatakan citra internasional Israel memburuk secara signifikan. Tak hanya negara, figur pemimpinnya pun ikut terdampak.

Sebanyak 86,3 persen responden menilai citra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga memburuk di mata dunia. Angka ini memperkuat temuan bahwa opini publik Eropa cenderung kritis terhadap tindakan militer yang melibatkan kedua negara tersebut.

Metodologi Survei

Jajak pendapat yang menjadi dasar laporan ini dilakukan dalam rentang waktu 22 hingga 30 April. Total ada 6.001 warga Spanyol berusia di atas 18 tahun yang berpartisipasi. Dengan margin of error plus-minus 1,3 persen, hasil survei ini dianggap memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam merepresentasikan suara masyarakat Spanyol secara umum.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar