Mendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Selaraskan Riset dengan Kebutuhan Daerah

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:50 WIB
Mendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Selaraskan Riset dengan Kebutuhan Daerah

PARADAPOS.COM - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk menyelaraskan riset dan inovasi dengan kebutuhan spesifik daerah masing-masing. Hal ini disampaikan dalam agenda “Bincang Pagi” di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu lalu. Menurutnya, langkah ini penting agar hasil penelitian kampus benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat, bukan sekadar menjadi dokumen akademis.

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek membahas sejumlah isu strategis yang tengah menjadi perhatian dunia pendidikan tinggi. Mulai dari pemerataan akses pendidikan, penguatan riset nasional, hingga pengembangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Ia mengakui bahwa tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia masih terkait erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa anggaran riset nasional tidak mengalami penurunan seperti yang mungkin dikhawatirkan sebagian kalangan.

Anggaran Riset Justru Bertambah, Persaingan Makin Ketat

Mengenai pendanaan riset, Brian Yuliarto memberikan klarifikasi yang cukup mengejutkan. “Dana riset sebenarnya tidak turun. Yang daftar naik tiga sampai empat kali lipat dan ada honor 25 persen. Jadi jumlahnya tidak turun, justru bertambah. Namun persaingannya menjadi lebih ketat,” ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran para akademisi yang selama ini mengeluhkan minimnya anggaran penelitian.

Ia juga menyinggung kebijakan penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang kini dibatasi hingga maksimal 30 Juli. Kebijakan ini, lanjutnya, justru membuka peluang lebih besar bagi PTS untuk menjaring calon mahasiswa. Pasalnya, PTS memiliki kesempatan untuk membuka pendaftaran lebih panjang, hingga September atau awal Oktober.

Kampus Didorong Kelola Sampah Mandiri

Selain soal riset dan penerimaan mahasiswa, Mendiktisaintek Brian juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan kampus. Menurutnya, kampus sebagai pusat pengetahuan harus menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Ini bukan sekadar imbauan, melainkan bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan dalam menghadapi krisis iklim.

Usai sesi diskusi, suasana berubah lebih santai. Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Prof. Mundakir, bersama jajaran pimpinan kampus mengajak Mendiktisaintek berkeliling melihat berbagai inovasi karya dosen dan mahasiswa. Produk-produk tersebut berada di bawah naungan Center for Impactful Innovation (CII).

Puluhan Inovasi Ber-HAKI Dipamerkan

Di area pameran, puluhan produk inovasi yang telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dipajang. Ragamnya mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknik, hingga teknologi tepat guna. Kehadiran Mendiktisaintek disambut antusias oleh para peneliti muda yang memamerkan hasil kerja keras mereka.

Menyikapi hal itu, Rektor Umsura Prof. Mundakir menyambut baik kebijakan pemerintah yang fokus pada penguatan PTS. “Saya kira ini bagian dari perwujudan Kampus Berdampak. Kami mendukung program tersebut dengan mengarahkan riset-riset kampus pada kebermanfaatan di lingkungan sekitar,” tuturnya.

Sebagai contoh nyata, ia menyebut kerja sama Umsura dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pemanfaatan panel surya untuk rumah pompa air. Proyek ini, menurutnya, adalah bentuk kontribusi nyata kampus kepada masyarakat. Selain itu, Umsura juga terus mengembangkan program studi baru yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar